<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4225166407997671661</id><updated>2012-02-15T22:27:33.909-08:00</updated><category term='juventiny'/><title type='text'>TUNAS SAKTI BOLA MANIA</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tunassakti.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4225166407997671661/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tunassakti.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Tunas Sakti FC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12676823015932773076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4225166407997671661.post-4325726568383586606</id><published>2009-02-21T10:15:00.000-08:00</published><updated>2009-02-21T10:24:31.337-08:00</updated><title type='text'>bisnis sampingan</title><content type='html'>Cara Kerja Program Investasi AsiaBersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Program Investasi AsiaBersama adalah memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk mendaftar dengan cara mentransfer sejumlah uang ke 4 (empat) nomor rekening yang tertera (kita sebut sebagai Sponsor Bronze, Silver, Gold, dan Platinum), kemudian setiap member yang mendaftar akan diaktifkan oleh minimal salah satu Sponsor dan berhak memperoleh replika website Program Investasi AsiaBersama atas nama member tersebut yang siap di informasikan kepada siapa saja lewat iklan, email, SMS, mIRC, Yahoo/MSN Messenger, ICQ, banner, surat, iklan koran, majalah, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas utama anda adalah melakukan iklan dan promosi sebanyak mungkin terhadap website pribadi anda (http://www.asiabersama.com/anda), sehingga banyak orang bergabung di Program Investasi ini atas sponsor anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika terjadi duplikasi, setiap member baru akan menggeser posisi Sponsor di atasnya sehingga member baru menjadi Bronze, member yang sebelumnya Bronze menjadi Silver, Silver menjadi Gold, Gold menjadi Platinum, dan Sponsor Platinum hilang dari daftar transfer di website anda. Semua terjadi secara otomatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan asumsi dalam satu minggu masing-masing orang melakukan promosi terhadap 20 orang member baru (anda mensponsori 20 orang, kemudian masing-masing orang tadi mensponsori 20 orang, dan seterusnya (terjadi duplikasi 4 kali)), maka peluang hasil investasi anda adalah :&lt;br /&gt;Minggu Ke-&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Peringkat&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jumlah Orang&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jumlah&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bronze&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;20 x Rp.20.000,00&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Rp. 400.000,00&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Silver&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(20 x 20) x Rp.20.000,00&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Rp. 8.000.000,00&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gold&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(20 x 20 x 20) x Rp.20.000,00&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rp. 160.000.000,00&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Platinum&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(20 x 20 x 20 x 20) x Rp.20.000,00&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Rp. 3.200.000.000,00&lt;br /&gt;Total yang anda peroleh&lt;br /&gt; Rp.3.368.400.000,00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, hanya dengan investasi 4 x Rp. 20.000,00 = Rp. 80.000,00, anda bisa memperoleh income sebesar Rp. 3,36 Miliar lebih hanya dalam 4 minggu !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda kurang beruntung, sistem duplikasi yang anda ciptakan hanya berjalan 10%, maka anda masih tetap berhak memperoleh Rp. 336 Juta lebih !! Tidak ada batasan jumlah maksimal maupun minimal orang yang bisa anda sponsori, semua tergantung kemauan dan kerja keras anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan konsep Automatic Spill Over akan menjamin anda mencapai hasil seperti diatas, ketika jumlah orang yang anda sponsori langsung telah mencapai 20 orang maka otomatis orang berikutnya yang anda sponsori akan ditempatkan sebagai downline bagi downline anda (Level 2, Level3, dst., tanpa mengurangi penghasilan anda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik disini untuk ilustrasi menggunakan Flash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci utama Program Investasi ini adalah kejujuran, disiplin dan tanggung jawab untuk mewujudkan rasa saling percaya. Setiap member yang bergabung dalam Program Investasi ini ketika melakukan transfer dana harus di-niat-kan secara tulus ikhlas untuk beramal/shodaqoh membantu sesama, tidak atas dasar terpaksa atau dalam tekanan siapapun, sehingga semua dana yang diperoleh member Program Investasi AsiaBersama sifatnya adalah SAH dan HALAL. Dana yang diperoleh bisa disebut sebagai DANA HIBAH yang bisa anda manfaatkan untuk berbagai keperluan tanpa harus mengembalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada member yang melakukan kecurangan, tidak disiplin dan tanggung jawab atau bentuk lain yang merugikan banyak pihak akan dikenai sanksi secara otomatis sesuai Ketentuan Layanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Umum :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Warga Negara Indonesia maupun Asing, umur minimal 13 tahun.&lt;br /&gt;2. Berdomisili di Wilayah Negara Republik Indonesia.&lt;br /&gt;3. Memiliki Rekening Tabungan dan Kartu ATM Bank BCA. Klik disini untuk Rekening Bank Mandiri.&lt;br /&gt;4. Memiliki pengetahuan dasar Internet.&lt;br /&gt;5. Jujur, bertanggung jawab.&lt;br /&gt;6. Sanggup mematuhi segala peraturan Program Investasi AsiaBersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah- langkah Memulai Program Investasi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Isi formulir pendaftaran yang bisa diakses lewat menu "REGISTRASI" secara lengkap dan benar. Formulir tidak lengkap dan tidak relevan tidak bisa diproses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Setelah anda menekan tombol "SUBMIT", anda akan mendapatkan halaman informasi berupa "Nomor Registrasi", serta informasi langkah selanjutnya yang otomatis terkirim ke alamat email anda. Catat atau print informasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lakukan TRANSFER melalui ATM BCA, mBCA atau Internet Banking KlikBCA senilai Rp. 20.000,- (Dua Puluh Ribu Rupiah) ke 4 (empat) buah nomor rekening diatas, pastikan sesuai dengan nama pemilik rekening yang tercantum, transferlah dengan nilai unik untuk mempermudah identifikasi, contoh : Rp. 20.123,- atau Rp. 20.012,-, atau lainnya. Jika anda transfer via Teller, isi Pesan pada Slip Transfer dengan Nick yang anda daftarkan. Catat hari/tanggal ketika anda transfer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Selanjutnya silahkan kembali ke website kami, lakukan pengisian formulir "KONFIRMASI", isikan "Nomor Registrasi", klik tombol "SUBMIT", isi formulir konfirmasi transfer, klik tombol "SUBMIT". Batas waktu pembayaran serta konfirmasi pembayaran adalah 7 (Tujuh) hari terhitung sejak pengisian formulir Registrasi, lewat dari itu data registrasi anda akan otomatis terhapus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tunggu beberapa waktu (bisa beberapa jam, hari atau bahkan minggu) sampai salah satu dari 4 (empat) orang yang anda transfer dana mengaktifkan keanggotaan anda. Untuk mempercepat bisa gunakan SMS ke nomor HP yang tertera dalam lembaran informasi yang masuk ke email anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Begitu keanggotaan anda aktif, anda akan memiliki website pribadi dengan alamat http://www.asiabersama.com/nick, dan bisa segera memulai bisnis anda. Anda bisa login ke Member Area untuk melihat berapa orang yang sudah mendaftar atas sponsor anda serta melakukan aktifasi terhadap member-member baru tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Baca KETENTUAN LAYANAN berikut ini dengan seksama untuk kelancaran bisnis anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Baca TIPS &amp; TRIK BISNIS berikut ini untuk mempermudah dan mempercepat kerja anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Baca TANYA JAWAB berikut ini sebelum mengajukan pertanyaan ke sponsor-sponsor anda atau ke tim support.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELAMAT BERINVESTASI BERSAMA KAMI !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUKSES UNTUK ANDA !!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4225166407997671661-4325726568383586606?l=tunassakti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tunassakti.blogspot.com/feeds/4325726568383586606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4225166407997671661&amp;postID=4325726568383586606' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4225166407997671661/posts/default/4325726568383586606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4225166407997671661/posts/default/4325726568383586606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tunassakti.blogspot.com/2009/02/bisnis-sampingan.html' title='bisnis sampingan'/><author><name>Tunas Sakti FC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12676823015932773076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4225166407997671661.post-2960999457555475073</id><published>2009-02-21T10:06:00.000-08:00</published><updated>2009-02-21T10:10:11.531-08:00</updated><title type='text'>Bulutangkis</title><content type='html'>Bulutangkis&lt;br /&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;Langsung ke: navigasi, cari&lt;br /&gt;Ardy B. Wiranata, pemain bulutangkis terkenal dari Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulutangkis atau badminton adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang saling berlawanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirip dengan tenis, bulutangkis bertujuan memukul bola permainan ("kok" atau "shuttlecock") melewati net agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;Daftar isi&lt;br /&gt;[sembunyikan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * 1 Partai&lt;br /&gt;    * 2 Lapangan dan net&lt;br /&gt;    * 3 Perlengkapan&lt;br /&gt;    * 4 Memainkan bulutangkis&lt;br /&gt;    * 5 Servis&lt;br /&gt;          o 5.1 Sistem pindah bola&lt;br /&gt;          o 5.2 Sistem reli poin&lt;br /&gt;    * 6 Sistem perhitungan poin&lt;br /&gt;    * 7 Sejarah&lt;br /&gt;    * 8 Induk organisasi&lt;br /&gt;    * 9 Lihat pula&lt;br /&gt;    * 10 Pranala luar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Partai&lt;br /&gt;Lapangan bulutangkis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lima partai yang biasa dimainkan dalam bulutangkis, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Tunggal putra&lt;br /&gt;   2. Tunggal putri&lt;br /&gt;   3. Ganda putra&lt;br /&gt;   4. Ganda putri&lt;br /&gt;   5. Ganda campuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Lapangan dan net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapangan bulutangkis berbentuk persegi panjang dan mempunyai ukuran seperti terlihat pada gambar. Garis-garis yang ada mempunyai ketebalan 40 mm dan harus berwarna kontras terhadap warna lapangan. Warna yang disarankan untuk garis adalah putih atau kuning. Permukaan lapangan disarankan terbuat dari kayu atau bahan sintetis yg lunak. Permukaan lapangan yang terbuat dari beton atau bahan sintetik yang keras sangat tidak dianjurkan karena dapat mengakibatkan cedera pada pemain. Net setinggi 1,55 m berada tepat di tengah lapangan. Net harus berwarna gelap kecuali bibir net yang mempunyai ketebalan 75 mm harus berwarna putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Perlengkapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Raket&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara tradisional raket dibuat dari kayu. Kemudian aluminium atau logam ringan lainnya menjadi bahan yang dipilih. Kini, hampir semua raket bulutangkis profesional berkomposisikan komposit serat karbon (plastik bertulang grafit). Serat karbon memiliki kekuatan hebat terhadap perbandingan berat, kaku, dan memberi perpindahan energi kinetik yang hebat. Namun, sejumlah model rendahan masih menggunakan baja atau aluminium untuk sebagian atau keseluruhan raket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Senar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin salah satu dari bagian yang paling diperhatikan dalam bulutangkis adalah senar nya. Jenis senar berbeda memiliki ciri-ciri tanggap berlainan. Keawetan secara umum bervariasi dengan kinerja. Kebanyakan senar berketebalan 21 ukuran dan diuntai dengan ketegangan 18 sampai 30+ lb. Kesukaan pribadi sang pemain memainkan peran yang kuat dalam seleksi senar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Kok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok adalah bola yang digunakan dalam olahraga bulutangkis, terbuat dari rangkaian bulu angsa yang disusun membentuk kerucut terbuka, dengan pangkal berbentuk setengah bola yang terbuat dari gabus. Dalam latihan atau pertandingan tidak resmi digunakan juga kok dari pelastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Sepatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena percepatan sepanjang lapangan sangatlah penting, para pemain membutuhkan pegangan dengan lantai yang maksimal pada setiap saat. Sepatu bulutangkis membutuhkan sol karet untuk cengkraman yang baik, dinding sisi yang bertulang agar tahan lama selama tarik-menarik, dan teknologi penyebaran goncangan untuk melompat; bulutangkis mengakibatkan agak banyak stres (ketegangan) pada lutut dan pergelangan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Memainkan bulutangkis&lt;br /&gt;Area permainan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap pemain atau pasangan mengambil posisi berseberangan pada kedua sisi net di lapangan bulutangkis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan dimulai dengan salah satu pemain melakukan servis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan permainan adalah untuk memukul sebuah kok menggunakan raket, melewati net ke wilayah lawan, sampai lawan tidak dapat mengembalikannya kembali. Area permainan berbeda untuk partai tunggal dan ganda, seperti yang diperlihatkan pada gambar. Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok dikatakan "keluar". Setiap kali pemain/pasangan tidak dapat mengembalikan kok (karena menyangkut di net atau keluar lapangan) maka lawannya akan memperoleh poin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan berakhir bila salah satu pemain/pasangan telah meraih sejumlah poin tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Servis&lt;br /&gt;Area servis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Servis dilakukan dari satu sisi lapangan (kiri atau kanan) menyilang menyeberangi net ke area lawan. Partai tunggal dan ganda memiliki area servis yang berbeda seperti yang diilustrasikan pada gambar. Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok dinyatakan "keluar" dan poin untuk penerima servis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi kiri atau kanan tempat servis dilakukan ditentukan dari jumlah poin yang telah dikumpulkan oleh pemain yang akan melakukan servis. Posisi kanan untuk jumlah poin genap dan posisi kiri untuk jumlah poin ganjil. Servis dari posisi kanan juga dilakukan saat jumlah poin masih nol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada set pertama pemain/pasangan yang melakukan servis untuk pertam kali ditentukan dengan undian, sedangkan untuk set berikutnya dilakukan oleh pemenang dari set sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk partai ganda, beberapa peraturan berbeda diterapkan untuk perhitungan poin menggunakan sistem pindah bola dan sistem reli poin:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Sistem pindah bola&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Sebelum pertandingan dimulai, harus ditentukan salah seorang pemain dari tiap-tiap pasangan sebagai "orang pertama". Pilihan ini berlaku untuk setiap set yang dimainkan.&lt;br /&gt;    * Jumlah poin genap atau ganjil menentukan posisi "orang pertama" saat melakukan servis.&lt;br /&gt;    * Setiap pasangan pempunyai dua kali kesempatan servis (masing-masing untuk tiap pemain) sebelum pindah bola, kecuali servis pertama pada tiap-tiap awal set tidak mendapat kesempatan kedua.&lt;br /&gt;    * Saat pindah bola, servis pertama selalu dilakukan oleh pemain yang berada di sebelah kanan, bukan oleh "orang pertama".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Sistem reli poin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Setiap pasangan hanya mendapat satu kali kesempatan servis, tidak ada servis kedua.&lt;br /&gt;    * Servis dilakukan oleh pemain yang posisinya sesuai dengan poin yang telah diraih oleh pasangan tersebut.&lt;br /&gt;    * Pemain yang sama akan terus melakukan servis sampai poin berikutnya diraih oleh lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Sistem perhitungan poin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    !Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sistem perhitungan poin bulutangkis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Mei 2006, pada kejuaraan resmi seluruh partai menggunakan sistem perhitungan 3x21 reli poin. Pemenang adalah pemain/pasangan yang telah memenangkan dua set.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Sejarah&lt;br /&gt;Permainan Battledore and Shuttlecock pada tahun 1854&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olah raga yang dimainkan dengan kok dan raket, kemungkinan berkembang di Mesir kuno sekitar 2000 tahun lalu tetapi juga disebut-sebut di India dan Republik Rakyat Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek moyang terdininya diperkirakan ialah sebuah permainan Tionghoa, Jianzi yang melibatkan penggunaan kok tetapi tanpa raket. Alih-alih, objeknya dimanipulasi dengan kaki. Objek/misi permainan ini adalah untuk menjaga kok agar tidak menyentuh tanah selama mungkin tanpa menggunakan tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Inggris sejak zaman pertengahan permainan anak-anak yang disebut Battledores dan Shuttlecocks sangat populer. Anak-anak pada waktu itu biasanya akan memakai dayung/tongkat (Battledores) dan bersiasat bersama untuk menjaga kok tetap di udara dan mencegahnya dari menyentuh tanah. Ini cukup populer untuk menjadi nuansa harian di jalan-jalan London pada tahun 1854 ketika majalah Punch mempublikasikan kartun untuk ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk Inggris membawa permainan ini ke Jepang, Republik Rakyat Cina, dan Siam (sekarang Thailand) selagi mereka mengolonisasi Asia. Ini kemudian dengan segera menjadi permainan anak-anak di wilayah setempat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olah raga kompetitif bulutangkis diciptakan oleh petugas Tentara Britania di Pune, India pada abad ke-19 saat mereka menambahkan jaring/net dan memainkannya secara bersaingan. Oleh sebab kota Pune dikenal sebelumnya sebagai Poona, permainan tersebut juga dikenali sebagai Poona pada masa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para tentara membawa permainan itu kembali ke Inggris pada 1850-an. Olah raga ini mendapatkan namanya yang sekarang pada 1860 dalam sebuah pamflet oleh Isaac Spratt, seorang penyalur mainan Inggris, berjudul "Badminton Battledore - a new game" ("Battledore Bulutangkis - sebuah permainan baru"). Ini melukiskan permainan tersebut dimainkan di Gedung Badminton (Badminton House), estat Duke of Beaufort's di Gloucestershire, Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencengan peraturan yang pertama ditulis oleh Klub Badminton Bath pada 1877. Asosiasi Bulutangkis Inggris dibentuk pada 1893 dan kejuaraan internasional pertamanya berunjuk-gigi pertama kali pada 1899 dengan Kejuaraan All England.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulutangkis menjadi sebuah olah raga populer di dunia, terutama di wilayah Asia Timur dan Tenggara, yang saat ini mendominasi olah raga ini, dan di negara-negara Skandinavia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Induk organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;International Badminton Federation (IBF) didirikan pada 1934 dan membukukan Inggris, Irlandia, Skotlandia, Wales, Denmark, Belanda, Kanada, Selandia Baru, dan Prancis sebagai anggota-anggota pelopornya. India bergabung sebagai afiliat pada 1936. Pada IBF Extraordinary General Meeting di Madrid, Spanyol, September 2006, usulan untuk mengubah nama International Badminton Federation menjadi Badminton World Federation (BWF) diterima dengan suara bulat oleh seluruh 206 delegasi yang hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olah raga ini menjadi olah raga Olimpiade Musim Panas di Olimpiade Barcelona tahun 1992. Indonesia dan Korea Selatan sama-sama memperoleh masing-masing dua medali emas tahun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Lihat pula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * BWF&lt;br /&gt;    * PBSI&lt;br /&gt;    * Daftar kejuaraan bulutangkis internasional&lt;br /&gt;    * Daftar pemain bulutangkis terkenal&lt;br /&gt;    * Teknik Awal Bermain Bulutangkis&lt;br /&gt;    * Badmini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4225166407997671661-2960999457555475073?l=tunassakti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tunassakti.blogspot.com/feeds/2960999457555475073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4225166407997671661&amp;postID=2960999457555475073' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4225166407997671661/posts/default/2960999457555475073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4225166407997671661/posts/default/2960999457555475073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tunassakti.blogspot.com/2009/02/bulutangkis.html' title='Bulutangkis'/><author><name>Tunas Sakti FC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12676823015932773076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4225166407997671661.post-5994667297577907969</id><published>2009-02-21T10:03:00.000-08:00</published><updated>2009-02-21T10:06:05.662-08:00</updated><title type='text'>Latihan Pola Gerakan</title><content type='html'>Kegagalan Anak atau Kesalahan Pelatihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kongkow-kongkow menunggu anak berlatih bulutangkis, salah satu bahan bahan pembicaraan para orang tua adalah tentang seputar bulutangkis dan kemajuan anak dalam pelatihan. Pertanyaan yang sering muncul adalah mengapa anak-anak tidak dapat menerapkan segala hal yang telah diberikan dalam latihan pada saat uji kemampuan dalam sesi pertandingan. Anak-anak sering disalahkan oleh orang tua maupun pelatih karena melupakan atau tidak mampu menyerap pola gerakan atau teknik pukulan yang telah mereka pelajari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, keadaan itu bukanlah semata-mata kesalahan atau tanda ketidakmampuan sang anak menyerap materi pelatihan. Kegagalan anak kemungkinan berakar pada prinsip dan metode yang dipakai dalam proses pelatihan bulutangkis pada anak usia dini. Pelatihan yang sistematis dan masuk akal haruslah dilandasi pemahaman tentang bagaimana otak bekerja dan belajar pola gerakan baru. Dengan dasar pemahaman tersebut, pelatih dan orang tua dapat bekerjasama memperbaiki rancangan proses pelatihan bulutangkis pada anak. Dengan demikian, kemampuan anak dalam hal kecepatan, ketepatan dan ingatan belajar anak-anak dapat ditingkatkan dan diukur kemajuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penguasaan Pola Gerakan Baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan latihan motor (yang meliputi meliputi otot dan syaraf) adalah mempelajari pola gerakan baru dan dapat melakukan pola gerakan tersebut secara otomatis tanpa harus berpikir tentangnya (proses otomatis). Pertanyaannya adalah, mengapa harus mempelajari pola gerakan baru dan bagaimana sebuah pola gerakan baru menjadi gerakan alamiah pada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa harus mempelajari gerakan baru? Seratus tahun lebih, para atlit, pelatih dan pengamat bulutangkis menemukan bahwa metode serangan dan pertahanan tertentu memiliki keuntungan khusus dalam situasi pertandingan tertentu. Misalnya, dengan rotasi bahu atlit dapat memukul lebih kuat dibandingkan dengan tekukan sendi siku atau kedutan pergelangan tangan. Tata langkah (footwork) gunting lebih menguntungkan dibandingkan meluncur bagi profil fisik atlit pendek. Dan banyak lagi temuan dalam pola gerakan yang dihasilkan dari usaha coba-coba. Selanjutnya, penelitian dalam berbagai bidang ilmu seperti fisiologi, biomekanik dan syaraf sangat mempengaruhi penyusunan pola gerakan bulutangkis. Misalnya, pola gerakan yang dapat mengakibatkan tennis elbow dapat dijelaskan dan diperbaiki dengan menerapkan ilmu fisiologi. Hasil penerapan dalam pertandingan dan catatan-catatan hasil penelitian tersebutlah yang menghasilkan pola gerakan pada olah raga bulutangkis sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang anak (pemula) yang baru belajar, pola gerakan bulutangkis yang diajarkan oleh pelatih adalah tidak alami. Cobalah perhatikan (ingat) bagaimana cara anak mengayunkan raket pada awal ia mengikuti pelatihan yang berstruktur pada klup pembinaan. Misalnya, pola gerakan upperhead, sebuah pola gerakan yang biasanya pertama kali diajarkan pada anak yang baru berlatih. Setiap anak atau setiap orang saat pertama kali melakukan upperhead akan kesulitan dengan pola gerakan ini. Upperhead memang sulit dipelajari karena pola gerakan ini tidak alamiah bagi sebagian besar orang. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sangat jarang atau tidak pernah melakukan pola gerakan seperti pola gerakan upperhead. Untuk memahaminya, coba bayangkan pola gerakan ini dan carilah padanannya dalam kehidupan sehari-hari. Pola gerakan yang paling dekat dengan upperhead adalah gabungan gerakan menggalah buah di pohon yang tinggi dengan ayunan tangan saat menggebuk kasur. Kita memang jarang melakukan pola gerakan seperti upperhead dalam aktivitas kehidupan sehari-hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan tambahan dengan pola gerakan pada olah raga bulutangkis adalah halangan budaya. Pada banyak kebudayaan di Indonesia, perempuan sangat disarankan untuk tidak mengangkat sikunya lebih tinggi dari ketiak. Menempatkan siku lebih tinggi dari ketiak adalah poisisi yang dianggap tidak sopan. Hal ini bisa kita lihat misalnya dalam berbagai bentuk tarian daerah. Penari perempuan sangat jarang menempatkan siku lebih tinggi dari ketiak. Akibatnya, untuk dapat mempelajari upperhead, anak perempuan di Indonesia harus mengatasi dua hal sekaligus yaitu ketidak alamiahan gerakan dan hambatan budaya. Mungkin, inilah salah satu yang membuat anak perempuan agak sedikit terlambat perkembangannya dibandingkan anak lali-laki dalam mempelajari pola gerakan bulutangkis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokok pikiran yang hendak saya tekankan adalah bahwa pola gerakan pada olah raga bulutangkis kebanyakan tidak aplikabel dalam kehidupan nyata sehari-hari. Oleh karena itu, pola gerakan pada olah raga bulutangkis yang benar harus dipelajari seperti orang Indonesia mempelajari makan pakai sumpit. Hal ini perlu dipahami oleh para pelatih dan orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, bagaimana pola gerakan bulutangkis yang tidak alamiah tersebut dilatih hingga menjadi gerakan alamiah pada anak? Untuk mendapatkan kemampuan baru atau merubah (meningkatkan) kemampuan yang ada, otak si anak harus melalui dua tahap:&lt;br /&gt;Memproses informasi baru secara sadar (proses terkendali)&lt;br /&gt;Setelah beberapa waktu, kemampuan baru ini kemudian menanamkan tindakan baru atau perubahan ke dalam wilayah otomatis dari otak dari anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui latihan yang sistematis dan terstruktur, sebuah tindakan kemudian menjadi otomatis dan tidak membutuhkan pikiran sadar dan dapat dianggap sebagai kemampuan proses otomatis. Kembali pada contoh pemakaian sumpit: awalnya kita harus konsentrasi dengan makanan yang akan dicapit, gerakan otot jari, posisi tangan, jarak antara mangkuk - mulut dan sebagainya. Setelah terbiasa, kita bisa makan dengan sumpit sambil bercanda tanpa harus memikirkan lagi gerakan pola gerakan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muatan Materi Pelatihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak mempunyai kemampuan yang terbatas untuk melakukan proses terkendali. Keterbatasan ini membatasi tahap pertama dari penyerapan anak terhadap kemampuan baru atau sebuah pola gerakan baru. Jumlah proses terkendali dapat dijelaskan sebagai sejumlah variabel dan keputusan yang harus dipertimbangkan oleh anak didik secara sadar saat mempelajari pola gerakan baru dalam situasi permainan bulutangkis. Ini dapat berupa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangsangan – seperti gerakan shuttlecock, tindakan lawan atau umpan balik dari pelatih:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Membuat keputusan – apa yang dilakukan dan kapan;&lt;br /&gt;   2. Memodifikasi atau mempelajari tindakan baru.&lt;br /&gt;   3.&lt;br /&gt;      Proses terkendali berlebihan muatan terjadi ketika pelatih memberikan terlalu banyak materi yang harus diproses. Ini berakibat pada pengurangan kecepatan kemapuan berlatih anak didik. Untuk itu, pelatih harus mengurangi muatan proses terkendali. Aturan umum yang harus dipegang adalah memberikan anak didik kesempatan untuk mempelajari satu hal dalam satu kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      rally dalam permainan bulutangkis, pemain menjalankan tiga proses secara simultan:&lt;br /&gt;         1. Menyerap rangsangan – mendapatkan informasi dari lingkungan&lt;br /&gt;         2. Kendali gerak – memilih dan menentukan tindakan&lt;br /&gt;         3. Membuat keputusan – menghubungkan rangsangan ke kendali gerak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Penyerapan rangsangan melibatkan pengenalan dan pengolahan rangsangan yang dianggap penting yang meliputi posisi dan gerakan pemain di lapangan serta gerakan shuttlecock. Kendali gerak melibatkan pengaktifan rangkaian otot untuk menghasilkan tindakan. Ini meliputi pukulan dan gerakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pengambilan keputusan didasarkan pada rangsangan. Dalam respon terhadap situasi, anak didik akan memutuskan tindakan yang mana yang diambil. Dengan demikian, pengambilan keputusan adalah adalah perekat antara penyerapan rangsangan dan kendali gerakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Untuk menhindari proses terkendali kelebihan muatan , ketiga proses mental ini harus dilatih secara terpisah. Artinya, hanya ada satu proses mental yang dipraktekkan dalam satu situasi pelatihan atau pada saat proses yang lain telah dilatih menjadi situasi otomatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Metode Pelatihan Proses Mental:&lt;br /&gt;      Penyerapan rangsangan:&lt;br /&gt;         1. Anak didik memukul shuttlecock ke pelatih (atau anak lain)&lt;br /&gt;         2. Pelatih kemudian memukul (seterusnya dengan berbagai variasi pukulan)&lt;br /&gt;         3. Anak didik harus menyebutkan dengan keras jenis pukulan apa yang dilakukan pelatih. Dengan cara ini, anak mengenali arah, jarak, lintasan dan lain sebagainya. Anak sama sekali tidak boleh merespon secara fisik terhadap pukulan tersebut karena akan melibatkan kemampuan motor dan pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Latihan lain adalah dengan menggunakan klip video dan teknologi komputer. Klip video dapat direkam dari sisi pandang pemain dan diolah sehingga komputer dapat mengenali jenis pukulan apa yang sedang dimainkan dan kapan. Anak sebagai pemain dapat berlatih mengenal jenis pukulan pada komputer. Komputer dapat merekam seberapa akurat informasi diolah dan seberapa cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kendali gerak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Anak didik diberikan situasi yang berulang-ulang yang berubah sedikit mungkin (untuk menghindari kebutuhan mengambil keputusan).&lt;br /&gt;      Bentuk latihan ini membutuhkan umpan yang sangat tepat dan dilakukan berulang-ulang pada tempat yang sama&lt;br /&gt;      Anak didik mengulangi pukulan atau gerakan yang sama pada tempat yang sama&lt;br /&gt;      Pembuatan keputusan:&lt;br /&gt;      Ketika pemain dapat mengenal satu set situasi dan mempunyai kemampuan motor untuk digunakan merespon satu situasi, pemain kemudian dapat dilatih untuk mengasosiasikan respon tindakan yang benar dengan rangsangan yang diberikan. Contohnya:&lt;br /&gt;         1. Anak didik memukul ke pelatih (atau pemain lain)&lt;br /&gt;         2. Pelatih memukul dengan jenis pukulan pilihannya&lt;br /&gt;         3. Pemain kemudian merespon dengan tindakan yang benar (kemampuan gerak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Variasi Pelatihan Kemampuan Gerak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Telah diketahui bahwa daripada berlatih satu tindakan berulang-ulang, lebih baik untuk melakukan variasi tindakan secara terus menerus. Walaupun jika hanya ada satu hasil yang diharapkan, berlatih tindakan yang berbeda tapi memberikan hasil yang sama (misalnya: melakukan variasi pada kecepatan dan jarak) memungkinkan otak untuk belajar lebih tentang tindakan secara umum).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Contohnya, dalam satu studi (Shea &amp; Kohl 1991), dua kelompok dilatih untuk mampu secara tepat menekan satu peralatan dengan daya yang ditentukan. Satu kelompok dilatih hanya pada daya yang ditentukan, sementara kelompok lain dilatih pada empat daya yang berbeda termasuk daya yang ditentukan (jumlah latihan sama pada masing-masing daya sehingga mereka hanya berlatih lebih sedikit pada daya yang ditentukan). Kelompok yang dilatih hanya kemampuannya pada daya yang ditentukan dapat dengan cepat menguasai kemampuat tersebut dengan cepat. Walaupu demikian, ketika diuji kemudian, kelompok yang dilatih dengan berbagai daya memiliki kemampuan yang lebih baik melebihi kemampuan kelompok yang hanya dilatih pada daya yang ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Beberapa studi lain telah menguatkan hasil studi ini. Singkatnya, pelatihan pada item tunggal akan membuat atlit cepat menguasai satu kemampuan. Walaupun demikian, pada jangka panjang, latihan yang beragam menghasilkan kemampuan dan penampilan yang lebih baik. Tetap harus diingat, variasi harus diberikan hanya pada pelatihan kemampuan motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Untuk pelatihan bulutangkis usia dini, ini berarti bahwa pada saat pertama kali belajar memukul, materi harus dikelompokkan. Misalnya, daripada hanya melatih satu pukulan seperti smash, pelatih dapat merubah posisi tangan dalam setiap pukulan – smash, past drop, half smash, slow drop, smash, fast drop, dst. Kemudian, untuk memyempurnakan ketepatan, lakukan satu pukulan, tetapi ragamkan sudutnya setiap waktu atau ragamkan posisi lapangan tempat pukulan dilakukan. Harus diingat bahwa jika posisi lapangan beragam, pelatih harus menghindari kelebihan pengolahan terkendali dengan latihan rangsangan dan respon. Lebih baik melakukan ini dengan umpan tepat di posisi yang sudah diketahui atau dengan pelatihan ketepatan setelah rangsangan dan respon telah dilatih sampai tahap tingkat otomatis pada situasi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Ketika menggunakan variasi, perkembangan yang berlangsung memang lambat tetapi latihan yang beragam akan menjadikan memampuan itu melekat dan menjadi bagian dari si atlit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seputar Bulutangkis&lt;br /&gt;bulutangkisindonesia.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4225166407997671661-5994667297577907969?l=tunassakti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tunassakti.blogspot.com/feeds/5994667297577907969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4225166407997671661&amp;postID=5994667297577907969' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4225166407997671661/posts/default/5994667297577907969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4225166407997671661/posts/default/5994667297577907969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tunassakti.blogspot.com/2009/02/latihan-pola-gerakan.html' title='Latihan Pola Gerakan'/><author><name>Tunas Sakti FC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12676823015932773076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4225166407997671661.post-1943181757582130647</id><published>2009-02-21T09:32:00.001-08:00</published><updated>2009-02-21T09:59:54.504-08:00</updated><title type='text'>Badminton</title><content type='html'>MERETAS JALAN MENUJU TRADISI BARU     Cetak      E-mail&lt;br /&gt;Thursday, 20 November 2008&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Written by Hendri Kustian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Views : 965    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanggaan atas keberhasilan Indonesia mempertahankan tradisi emas Olimpiade masih tersimpan erat disanubari masyarakat Indonesia. Hal ini terbukti dalam survey sebuah program Metro TV yang menempatkan kemenangan di Olimpiade sebagai sesuatu yang paling membanggakan. Berikut kutipan hasil survey acara Metro 10 terhadap peristiwa yang paling membanggakan tersebut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. 1. Kemenangan Bulutangkis Indonesia di Olimpiade : 110 responden&lt;br /&gt;   2. 2. Proklamasi Kemerdekaan : 107&lt;br /&gt;   3. 3. Kemenangan di Olimpiade Sain Internasional : 39&lt;br /&gt;   4. 4. Wisata yang beragam : 26&lt;br /&gt;   5. 5. Sumber daya alam yang kaya : 24&lt;br /&gt;   6. 6. Chris Jhon yang berjaya di Tinju : 20&lt;br /&gt;   7. 7. Swasembada pangan masa orde baru : 13&lt;br /&gt;   8. 8. Reformasi 1998 : 12&lt;br /&gt;   9. 9. Penyelesaian konflik di daerah : 11&lt;br /&gt;  10. 10. Sumpah Pemuda :11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanggaan yang besar dari masyarakat Indonesia ini sudah seharusnya terus dipertahankan. Insan olahraga Indonesia sudah mencanangkan agar tradisi emas ini tetap berlanjut pada Olimpiade berikutnya yang akan berlangsung di London 2012. Pemerintah telah mencanangkan Program Atlet Unggulan (PAL) untuk mendukung tujuan tersebut. Khusus untuk bulutangkis, PBSI membuat program sendiri yang tergabung dalam Pelatnas Pratama untuk pemain yunior disamping pemain-pemain utama Pelatnas. Walaupun ada kemungkinan terjadi perombakan sistem setelah pergantian pengurus di bawah komandan yang baru Bp. Djoko Santoso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping target utama Olimpiade 2012, terdapat sasaran antara yang cukup bergengsi yaitu Olimpiade Yunior 2010. Olimpiade Yunior merupakan agenda baru IOC (International Olympic Committee) selain Olimpiade dan Olimpaide musim dingin. Singapura akan menjadi tuan rumah pada Olimpiade Yunior yang akan digelar untuk perdana tersebut. Keberhasilan Singapura menjadi tuan rumah setelah mengalahkan Moskow dalam pemilihan yang berlangsung awal tahun ini. Olimpiade Yunior diperuntukkan buat atlet yang berusia 14-18 tahun dan mempertandingkan semua cabang yang diperlombakan pada Olimpiade 2012. Hal ini berarti bulutangkis merupakan salah satu cabang akan digelar pertandingannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia sebagai negara besar dicabang bulutangkis sudah seharusnya mencetak tradisi baru sebagai peraih emas Olimpiade Yunior. Untuk mewujudkan keinginan itu maka perlu disiapkan pemain-pemain yang pada tahun 2010 maksimal berumur 18 tahun. Berarti pemain yang bakal berlaga diajang tersebut saat ini maksimal berusia 16 tahun. PBSI harus bekerja keras sejak sekarang untuk meningkat kemampuan atlet Yuniornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara prestasi pemain-pemain terbaik U-16 Indonesia saat ini maka indikatornya bisa dilihat dari hasil kejuaraan asia U-16 di Kuala lumpur awal Agustus lalu. Indonesia yang diperkuat Riyanto Subagya, Kenas Adi Haryanto, Arief Gifar Ramadhan, Ichwan Noor Rizky Susanto, Hafiz Faisal dibagian putra dan Tiara Rosalia, Elizabeth Matindas, Aris Budiarti, Farah Amelia, Dian Fitri memang berhasil membawa satu gelar juara. Namun mengingat ketidakhadiran negara kuat China, maka satu juara dari tujuh nomor merupakan hasil yang kurang menggembirakan. Indonesia yang menjuarai nomor beregu putra tertinggal dari Thailand dan Malaysia yang masing-masing merebut juara pada tiga nomor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih tersedia waktu yang cukup selama dua tahun untuk berbenah. Ajang Olimpiade Yunior 2010 mempunyai posisi yang sangat strategis menuju Olimpiade 2012. Dimana peraih medali emas Olimpiade Yunior 2010 yang dua tahun setelahnya berusia sekitar 20 tahun layak diperhitungkan bisa sukses pada Olimpiade 2012. Jadi pembinaan pemain Indonesia buat olimpiade yunior 2010 merupakan rangcangan sebuah tradisi baru emas Olimpiade Yunior. Lebih dari itu dapat juga merupakan bagian dari usaha mempertahankan tradisi lama pada emas Olimpiade 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi : www.metrotvnews.com/metro10             &lt;br /&gt;Ditulis Oleh : Hendri Kustian&lt;br /&gt;Email : hendri_kustian@yahoo.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4225166407997671661-1943181757582130647?l=tunassakti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tunassakti.blogspot.com/feeds/1943181757582130647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4225166407997671661&amp;postID=1943181757582130647' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4225166407997671661/posts/default/1943181757582130647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4225166407997671661/posts/default/1943181757582130647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tunassakti.blogspot.com/2009/02/badminton.html' title='Badminton'/><author><name>Tunas Sakti FC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12676823015932773076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4225166407997671661.post-3641740591731421108</id><published>2009-01-31T14:13:00.001-08:00</published><updated>2009-01-31T14:15:02.066-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_bzQK5dAZ5oQ/SYTNQv1v0lI/AAAAAAAAAAg/e4JEIE8X8Ec/s1600-h/header_pbsi_4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 58px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_bzQK5dAZ5oQ/SYTNQv1v0lI/AAAAAAAAAAg/e4JEIE8X8Ec/s320/header_pbsi_4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297584749298045522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                                    &lt;br /&gt;Dicetak oleh :&lt;br /&gt;Percetakan “sekar_sari”&lt;br /&gt;RT 2 RW 4 Salamsari, Boja Kendal 51381&lt;br /&gt;www.tunassakti.blogspot.com&lt;br /&gt;www.kahutindosemarang.blogspot.com&lt;br /&gt;email :&lt;br /&gt;sekar_ayu21@yahoo.co.id&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Buat yang suka Badminton, seperti saya, di bawah ini adalah Teknik-Teknik Dasar Badminton yang dikeluarkan oleh PBSI:&lt;br /&gt;Apabila bercita-cita ingin menjadi pemain bulutangkis elite atau berprestasi, maka harus menguasai bermacam-macam dasar bermain bulutangakis dengan benar. Oleh karena itu, hanya dengan modal berlatih tekun, disiplin, terarah dibawah bimbingan pelatih yang berkualifikasi baik, dapat menguasai berbagai teknik dasar bermain bulutangkis secara benar pula.&lt;br /&gt;Namun, agar bisa bermain bulutangkis, seorang pemain harus bisa memukul kok, baik dari atas maupun dari bawah. Jenis-jenis pukulan yang harus dikuasai adalah servis, lob, dropshot, smes, netting, underhand, dan drive. Kesemua jenis pukulan tersebut harus dilakukan dengan menggunakan grip dan footwork yang benar. Buku ini mengajarkan dasar-dasar petunjuk praktis jenis pukulan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pegangan Raket (Grip)&lt;br /&gt;Bulutangkis dikenal sebagai olahraga yang banyak menggunakan pergelangan tangan. Karena itu, benar tidaknya cara memegang raket akan sangat menentukan kualitas pukulan seseorang. Salah satu teknik dasar bulutangkis yang sangat penting dikuasai secara benar oleh setiap calon pebulutangkis adalah pegangan raket. Menguasai cara dan teknik pegangan raket yang betul, merupakan modal penting untuk dapat bermain bulutangkis dengan baik pula. Oleh karena itu, apabila teknik pegangan raket salah dari sejak awal, sulit sekali meningkatkan kualitas permainan. Pegangan raket yang benar adalah dasar untuk mengembangkan dan meningkatkan semua jenis pukulan dalam permainan bulutangkis.&lt;br /&gt;Cara pegangan raket yang benar adalah raket harus dipegang dengan menggunakan jari-jari tangan (ruas jari tangan) dengan luwes, rileks, namun harus tetap bertenaga pada saat memukul kok. Hindari memegang raket dengan cara menggunakan telapak tangan (seperti memegang golok). &lt;br /&gt;Jenis Pegangan Raket&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada dasarnya, dikenal beberapa cara pegangan raket. Namun, hanya dua bentuk pegangan yang sering digunakan dalam praktek, yaitu cara memegang raket forehand dan backhand. Semua jenis pukulan dalam bulutangkis dilakukan dengan kedua jenis pegangan ini. Dua macam cara memegang raket di atas, pada kenyataannya digunakan secara bergantian sesuai situasi dan kondisi permainan. Untuk tahap awal para pemula biasanya diajarkan cara memegang forehand terlebih dahulu, kemudian baru backhand. Pada akhirnya untuk pemain yang sudah terampil akan terlihat pegangan raketnya hanya satu grip. Ini terjadi karena pergeseran pegangan tangan dari forehand ke backhand dan sebaliknya hanya sedikit dan terjadi secara otomatis.&lt;br /&gt;Pegangan raket yang benar, dan memanfaatkan tenaga pergelangan tangan pada saat memukul kok, dapat meningkatkan mutu pukulan dan mempercepat laju jalannya kok. ini berarti, telah menggunakan tenaga secara lebih efisien namun efektif. ltulah sebabnya, sejak dini peserta latih harus membiasakan memukul kok dengan menggunakan tenaga pergelangan tangan (tenaga pecut).&lt;br /&gt;Cara Memegang Raket Forehand&lt;br /&gt;1. Pegang raket dengan tangan kiri, kepala raket menyamping. Pegang raket dengan cara seperti “jabat tangan”. Bentuk “V” tangan diletakkan pada bagian gagang raket.&lt;br /&gt;2. Tiga jari, yaitu jari tengan, manis dan kelingking menggenggam raket, sedangkan jari telunjuk agak terpisah.&lt;br /&gt;3. Letakkan ibu jari diantara tiga jari dan telunjuk.&lt;br /&gt;Cara Memegang Raket Backhand&lt;br /&gt;Untuk backhand griop, geser “V” tangan ke arah dalam. Letaknya di samping dalam. bantalan jempol berada pada pegangan raket yang lebar.&lt;br /&gt;Cara Latihan&lt;br /&gt;Sebelum praktek melakukan latihan pukulan, perlu dilakukan latihan untuk adaptasi menggerak-gerakkan pergelangan tangan dengan tetap memegang raket dengan benar.&lt;br /&gt;1. Peserta latih dibiasakan selalu memegang raket dengan jari-jari tangan, luwes, dan tetap rileks, tetapi tetap mempunyai tenaga.&lt;br /&gt;2. Lakukan gerakan raket ke arah kanan dan kiri, dengan menggunakan tenaga pergelangan tangan. Begitu juga gerakan ke depan dan ke belakang, sehingga terasa betul terjadinya tekukan pada pergelangan tangan.&lt;br /&gt;3. Gerakkan pergelangan tangan ke atas dan ke bawah.&lt;br /&gt;4. Memukul bola (kok) ke tembok.&lt;br /&gt;5. Bouncing ball.&lt;br /&gt;Kesalahan Yang Terjadi&lt;br /&gt;a. Memegang raket dengan menggenggam, jari-jari rapat dan sejajar.&lt;br /&gt;b. Posisi “V” tangan berada pada bagian grip raket yang lebar.&lt;br /&gt;2. Footwork&lt;br /&gt;Footwork merupakan dasar untuk bisa menghasilkan pukulan berkualitas, yaitu apabila dilakukan dalam posisi baik. Untuk bisa memukul dengan posisi balk, seorang atlet harus memiliki kecepatan gerak. Kecepatan gerak kaki tidak bisa dicapai kalau footwork-nya tidak teratur.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sikap dan Posisi&lt;br /&gt;Sikap dan Posisi Berdiri di Lapangan&lt;br /&gt;Sikap dan posisi berdiri di lapangan harus sedemikian rupa, sehingga dengan sikap yang baik dan sempurna itu, dapat secara cepat bergerak ke segala penjuru lapangan permainan.&lt;br /&gt;Beberapa faktor yang harus diperhatikan:&lt;br /&gt;1. Harus berdiri sedemikian rupa, sehingga berat badan tetap berada pada kedua kaki dan tetap menjaga keseimbangan tubuh.&lt;br /&gt;2. Tekuk kedua lutut, berdiri pada ujung kaki, sehingga posisi pinggang tetap tegak dan rileks. Kedua kaki terbuka selebar bahu dengan posisi kaki sejajar atau salah satu kaki diletakkan di depan kaki lainnya.&lt;br /&gt;3. Kedua lengan dengan siku bengkok pada posisi di samping badan, sehingga lengan bagian atas yang memegang raket tetap bebas bergerak.&lt;br /&gt;4. Raket harus dipegang sedemikian rupa, sehingga kepala (daunnya) raket berada lebih tinggi dari kepala.&lt;br /&gt;5. Senantiasa waspada dan perhatikan jalannya kok selama permainan berlangsung.&lt;br /&gt;Sikap dan Tahap Kerja Langkah Kaki&lt;br /&gt;Sikap dan langkah kaki yang benar dalam permainan bulutangkis, sangat penting dikuasai secara benar oleh setiap pemain. Ini sebagai syarat untuk meningkatkan kualitas ketrampilan memukul kok. Beberapa faktor yang harus diperhatikan:&lt;br /&gt;1. Senantiasa berdiri dengan sikap dan posisi yang tepat di atas Iapangan.&lt;br /&gt;2. Lakukan gerak Iangkah ke depan, ke belakang, ke samping kanan dan kiri pada saat memukul kok, sambil tetap memperhatikan keseimbangan tubuh.&lt;br /&gt;3. Gerak Iangkah sambil meluncur cepat, sangat efektif sebagai upaya untuk memukul kok.&lt;br /&gt;4. Hindari berdiri dengan telapak kaki di lantai (bertapak) pada saat menunggu datangnya kok, atau pada saat bergerak untuk memukul kok.&lt;br /&gt;4. Hitting Position&lt;br /&gt;Posisi memukul bola atau kerap disebut preparation. Waktu sekian detik yang ada pada masa persiapan ini juga dipakai untuk menentukan pukulan apa yang akan dilakukan. Karena itu posisi persiapan ini sangat penting dilakukan dengan balk dalam upaya menghasilkan pukulan berkualitas.&lt;br /&gt;Hal yang perlu diperhatikan:&lt;br /&gt;a. Overhead (atas) untuk right handed&lt;br /&gt;- Posisi badan menyamping dengan arah net. Posisi kaki kanan berada di belakang kaki kid. Pada saat memukul bola harus terjadi perpindahan beban berat badan dari kaki kanan ke kaki kiri.&lt;br /&gt;- Posisi badan harus selalu berada di belakang bola yang akan dipukul.&lt;br /&gt;b.Untuk pukulan underhand(bawah)/net&lt;br /&gt;- Posisi memukul adalah kaki kanan selalu berada di depan dan kaki kiri di belakang.&lt;br /&gt;- Lutut kaki kanan dibengkokkan, sehingga paha bagian bawah agak turun. Kerendahannya sesuai dengan ketinggian bola yang akan dipukul. Sedangkan saat bola dipukul posisi kaki kid harus tetap berada di belakang dan hanya bergeser ke depan sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Untuk footwork maju-mundur&lt;br /&gt;Cara Latihan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Dari tengah ke depan; sebagai langkah dasar hanya dua langkah dimulai dengan kaki kiri kemudian kanan.&lt;br /&gt;2. Dari tengah ke belakang.&lt;br /&gt;3. Dari depan ke belakang dan sebaliknya.&lt;br /&gt;Kesalahan yang Terjadi&lt;br /&gt;1. Pada ready position, tumpuan kaki tidak berada di bagian depan atas kaki. Akibatnya reaksi menjadi lambat.&lt;br /&gt;2. Posisi lutut lurus, tidak bengkok.&lt;br /&gt;3. Pada posisi memukul kaki dan badan sejajar dengan net. Akibatnya pukulan tidak kuat.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;4. Pada posisi underhand, kaki kiri berada di depan, keseimbangan kaki tidak ada dan sulit mengarahakan bola dengan tepat.&lt;br /&gt;5. Lutut/paha tidak turun, jangkauan kurang, lambat kembali ke bagian tengah lapangan.&lt;br /&gt;5. Service (Service)&lt;br /&gt;Dalam aturan permainan bulutangkis, servis merupakan modal awal untuk bisa memenangkan pertandingan. Dengan kata lain, seorang pemain tidak bisa mendapatkan angka apabila tidak bisa melakukan servis dengan baik.&lt;br /&gt;Namun, banyak pelatih, juga pemain tidak memberikan perhatian khusus untuk melatih dan menguasai teknik dasar ini. Oleh karena itu, sikap tersebut merupakan kekeliruan besar. Kita mengetahui bahwa angka/poin dalam permainan bulutangkis tidak akan tercipta, apabila pemain tidak mahir melakukan servis dengan benar.&lt;br /&gt;Dalam permainan bulutangkis, ada tiga jenis servis, yaitu servis pendek, servis tinggi, dan flick atau servis setengah tinggi. Namun, biasanya servis digabungkan ke dalam jenis atau bentuk yaitu servis forehand dan backhand. Masing-masing jenis ini bervariasi pelaksanaanya sesuai dengan situasi permainan di lapangan.&lt;br /&gt;Servis Forehand&lt;br /&gt;a. Servis Forehand Pendek&lt;br /&gt;- Tujuan servis pendek ini untuk memaksa lawan agar tidak bisa melakukan serangan. Selain itu lawan dipaksa berada dalam posisi bertahan.&lt;br /&gt;- Variasi arah dan sasaran servis pendek ini dapat dilatih secara serius dan sistematis.&lt;br /&gt;- Kok harus dipukul dengan ayunan raket yang relatif pendek.&lt;br /&gt;- Pada saat perkenaan dengan kepala (daun) raket dan kok, siku dalam keadaan bengkok, untuk menghindari penggunaan tenaga pergelangan tangan, dan perhatikan peralihan titik berat badan Anda.&lt;br /&gt;- Cara latihannya adalah menggunakan sejumlah kok dan dilakukan secara berulang-ulang.&lt;br /&gt;b. Servis Forehand Tinggi&lt;br /&gt;- Jenis servis ini terutama digunakan dalam permainan tunggal.&lt;br /&gt;- Kok harus dipukul dengan menggunakan tenaga penuh agar kok melayang tinggi dan jatuh tegak lurus di bagian belakang garis lapangan lawan.&lt;br /&gt;- Saat memukul kok, kedua kaki terbuka selebar pinggul dan kedua telapak kaki senantiasa kontak dengan lantai.&lt;br /&gt;- Perhatikan gerakan ayunan raket. Ke belakang, ke depan dan setelah melakukan pukulan, harus dilakukan dengan sempurna serta diikuti gerak peralihan titik berat badan dari kaki belakang kekaki depan yang harus be langsung kontinu dan harmonis.&lt;br /&gt;- Biasakan selalu berkonsentrasi sebelum memukul kok.&lt;br /&gt;- Hanya dengan berlatih tekun dan berulang-ulang tanpa mengenal lelah, dapat mengusai teknik servis forehand tinggi dengan sebalik-baiknya.&lt;br /&gt;Servis Backhand&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Jenis servis ini pada umumnya, arah dan jatuhnya kok sedekat mungkin dengan garis serang pemain lawan. Dan kok sedapat mungkin melayang retatif dekat di atas jaring (net). Oleh karena itu, jenis servis ini kerap digunakan oleh pemain ganda.&lt;br /&gt;1. Sikap berdiri adalah kaki kanan di depan kaki kiri, dengan ujung kaki kanan mengarah ke sasaran yang diinginkan. Kedua kaki terbuka selebar pinggul, lutut dibengkokkan, sehingga dengan sikap seperti ini, titik berat badan berada di antara kedua kaki. Jangan lupa, sikap badan tetap rileks dan penuh konsentrasi.&lt;br /&gt;2. Ayunan raket relatif pendek, sehingga kok hanya didorong dengan bantuan peralihan berat badan dari belakang ke kaki depan, dengan irama gerak kontinu dan harmonis. Hindari menggunakan tenaga pergelangan tangan yang berlebihan, karena akan mempengaruhi arah dan akurasi pukulan.&lt;br /&gt;3. Sebelum melakukan servis, perhatikan posisi dan sikap berdiri lawan, sehingga dapat mengarahkan kok ke sasaran yang tepat dan sesuai perkiraan.&lt;br /&gt;4. Biasakan berlatih dengan jumlah kok yang banyak dan berulang-ulang tanpa mengenal rasa bosan, sampai dapat menguasai gerakan dan ketrampilan servis ini dengan utuh dan baik/sempurna.&lt;br /&gt;Servis yang Salah :&lt;br /&gt;1. Pada saat memukul bola, kepala (daun) raket lebih tinggi atau sejajar dengan grip raket.&lt;br /&gt;2. Titik perkenaan kok, kepala (daun) raket lebih tinggi dari pinggang.&lt;br /&gt;3. Posisi kaki menginjak garis tengah atau depan.&lt;br /&gt;4. Kaki kiri melakukan langkah.&lt;br /&gt;5. Kaki kanan melangkah sebelum kok dipukul.&lt;br /&gt;6. Rangkaian mengayun raket dan memukul kok tidak boleh terputus.&lt;br /&gt;7. Penerima servis bergerak sebelum kok servis dipukul.&lt;br /&gt;Servis yang Benar :&lt;br /&gt;1. Pada saat memukul, tigngi kepala (daun) raket harus berada dibawah pegangan raket.&lt;br /&gt;2. Perkanaan kok harus berada di bawah pinggang.&lt;br /&gt;3. Kaki kiri statis.&lt;br /&gt;4. Kaki hanya bergeser, tetapi tidak lepas dari tanah.&lt;br /&gt;5. Rangkaian mengayun raket, harus dalam satu rangkaian.&lt;br /&gt;6. Penerima servis bergerak sesaat setelah servis dipukul.&lt;br /&gt;6. Pengembalian Service&lt;br /&gt;Teknik pengembalian servis, sangat penting dikuasai dengan benar oleh setiap pemain bulutangkis. Arahkan kok ke daerah sisi kanan dan kiri lapangan lawan atau ke sudut depan atau belakang lapangan lawan. Prinsipnya, dengan penempatan kok yang tepat, lawan akan bergerak untuk memukul kok itu, sehingga is terpaksa meninggalkan posisi strategisnya di titik tengah lapangannya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;1. Dalam permainan tunggal, sebaiknya servis lob lawan dikembalikan dengan teknik pukulan keras dan tinggi ke salah satu sudut bagian belakang lapangan lawan, atau dengan teknik “pukulan pendek” (drop pendek) ke sudut depan lapangan lawan.&lt;br /&gt;2. Hindari melakukan “smes keras”, tatkala berdiri pada posisi di bagian belakang lapangan sendiri. Oleh karena, posisi pada saat itu kurang menguntungkan, apabila smes dapat dikembalikan dengan penempatan yang akurat atau terarah oleh pemain lawan.&lt;br /&gt;3. Dalam permainan ganda, seharusnya kok dipukul terarah cepat, dan arah pukulan senantiasa menukik jatuh ke lapangan lawan atau ke bagian tubuh lawan.&lt;br /&gt;7. Underhand (Pukulan dari Bawah)&lt;br /&gt;Jenis pukulan ini dominant digunakan dalam permainan bulutangkis. Seperti halnya teknik dasar “pukulan dari atas kepala”, untuk menguasai teknik dasar ini, pertama-tama, harus trampil berlari sambil melakukan langkah lebar, dengan kaki kanan berada di depan kaki kiri untuk menjangkau jatuhnya kok. Sikap menjangkau ini, hendaknya siku dalam keadaan bengkok dan pertahankan sikap tubuh tetap tegak, sehingga lutut kanan dalam keadaan tertekuk.&lt;br /&gt;Pada saat memukul kok, gunakan tenaga kekuatan siku dan pergelangan tangan, hingga gerakan lanjut dari pukulan ini berakhir di atas bahu kiri. Perhatikan, agar telapak kaki kanan tetap kontak dengan lantai sambil menjangkau kok. Jangan sampai gerak langkah terhambat karena kaki kiri tertahan gerakannya.&lt;br /&gt;Fungsi pukulan dasar ini antara lain:&lt;br /&gt;- Untuk mengembalikan pukulan pendek atau permainan net lawan.&lt;br /&gt;- Sebagai cara bertahan akibat pukulan serang lawan. Dalam situasi tertekan dalam permainan, harus melakukan pukulan penyelamatan dengan cara mengangkat kok tinggi ke daerah belakang lapangan lawan.&lt;br /&gt;- Pukulan dasar ini dapat dilakukan dengan teknik pukulan forehand dan backhand.&lt;br /&gt;Cara berlatih yang efektif untuk menguasai teknik dasar ini, adalah menciptakan suasana berlatih bersama tim dengan memukul kok yang diarahkan relatif jauh dari jangkauan. Berlatihlah dengan tekun dan selalu mengevaluasi sendiri kesalahan yang dilakukan, agar tidak diulangi lagi.&lt;br /&gt;Ada dua jenis pukulan underhand:&lt;br /&gt;1. Clear Underhand, pukulan atau dorongan yang diarah kan tinggi ke belakang.&lt;br /&gt;2. Flick Underhand, pukulan atau dorongan mendatar ke arah belakang.&lt;br /&gt;Hal yang Perlu Diperhatikan&lt;br /&gt;1. Pegangan raket forehand untuk underhand forehand, dan pegangan backhand untuk underhand backhand.&lt;br /&gt;2. Pergelangan tangan agak bengkok ke belakang, siku juga agak bengkok.&lt;br /&gt;3. Sambil melangkahkan kaki kanan ke depan, ayunkan raket ke belakang lalu pukul bola dan pada saat perkenaan bola, posisi tangan lurus.&lt;br /&gt;4. Bola dipukul kira-kira dekat kaki kanan bagian luar.&lt;br /&gt;5. Posisi akhir raket sesuai arah bola.&lt;br /&gt;Cara Latihan&lt;br /&gt;Untuk tahap pemula, umpan dengan lemparkan banyak bola. Untuk koordinasi pukul bola sambil melangkah kaki kanan.&lt;br /&gt;8. Overhead Clear/Lob&lt;br /&gt;Pusatkan perhatian lebih untuk menguasai pukulan overhead lob ini, karena teknik pukulan lob ini banyak kesamaannya dengan teknik smes dan dropshort. Pukulan overhead lob adalah bola yang dipukul dari atas kepala, posisinya biasanya dari belakang lapangan dan diarahkan keatas pada bagian belakang lapangan.&lt;br /&gt;Ada dua jenis overhead lob :&lt;br /&gt;1. Deep lob/Clear, bolanya tinggi ke belakang.&lt;br /&gt;2. Attacking lob/Clear, bolanya tidak terlalu tinggi.&lt;br /&gt;Hal yang Perlu Diperhatikan&lt;br /&gt;1. Pergunakan pegangan forehand, pegang raket dan posisinya di samping bahu.&lt;br /&gt;2. Posisi badan menyamping (vertikal) dengan arah net. Posisi kaki kanan berada di belakang kaki kiri dan pada saat memukul bola, harus terjadi perpindahan beban badan dari kaki kanan ke kaki kiri.&lt;br /&gt;3. Posisi badan harus diupayakan selalu bera di belakang bola.&lt;br /&gt;4. Bola dipukul seperti gerakan melempar.&lt;br /&gt;5. Pada saat perkenaan bola, tangan harus lurus. Posisi akhir raket mengikuti arah bola, Ialu dilepas, sedang raket jatuh di depan badan.&lt;br /&gt;6. Lecutkan pergelangan (raket) saat kena bola.&lt;br /&gt;Cara Latihan&lt;br /&gt;1. Untuk para pemula yang baru belajar, sebaiknya pertama-tama latihan dengan cara mengumpan mereka dengan lemparan bola. Tujuannya supaya timing memukul bisa diperoleh. Untuk mempermudah, bisa digunakan hitungan (1. Posisi siap; 2. Ayunkan; 3. Pukul).&lt;br /&gt;2. Untuk alat bantu guna membiasakan gerakan dan memperoleh timing memukul yang pas, gunakan gantungan kok yang bisa diatur ketinggiannya.&lt;br /&gt;Hal yang Perlu Diperhatikan&lt;br /&gt;1. Posisi preparation sama dengan overhead biasa.&lt;br /&gt;2. Karena, biasanya bola berada jauh di belakang kepala kita, untuk menjangkaunya, pertama badan diputar yaitu dengan melangkahkan kaki kanan ke belakang, lalu lompatkan kaki kanan sambil badan dan raket diputar untuk menjangkau kok yang berada di belakang kepala, sehingga terjadi perpindahan berat badan.&lt;br /&gt;3. Setelah memukul, kaki kiri mendarat lebih dulu, di bagian depan kaki (agak berjingkat), badan harus condong ke depan.&lt;br /&gt;9. Round The Head Clear/Lob/Drop/Smash&lt;br /&gt;Adalah bola overhead (di atas) yang dipukul di bagian belakang kepala (samping telinga sebelah kih). Dibanding dengan overhead yang biasa, pukulan di belakang kepala ini relatif lebih sulit. Karena untuk bisa melakukan pukulan (teknik) ini diperlukan ekstra kekuatan kaki, kelenturan, footwork yang balk, dan koordinasi. Biasanya pukulan ini dilakukan secara terpaksa karena untuk melakukannya harus dengan pukulan backhand.&lt;br /&gt;10. Smash&lt;br /&gt;Yaitu pukulan overhead (atas) yang diarahkan ke bawah dan dilakukan dengan tenaga penuh. Pukulan ini identik sebagai pukulan menyerang. Karena itu tujuan utamanya untuk mematikan lawan. Pukulan smes adalah bentuk pukulan keras yang sering digunakan dalam permainan bulutangkis. Karakteristik pukulan ini adalah; keras, laju jalannya kok cepat menuju Iantai Iapangan, sehingga pukulan ini membutuhkan aspek kekuatan otot tungkai, bahu, lengan, dan fleksibilitas pergelangan tangan serta koordinasi gerak tubuh yang harmonis.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Dalam praktek permainan, pukulan smes dapat dilakukan dalam sikap diam/berdiri atau sambil loncat (King Smash).Oleh karena itu pukulan smes dapat berbentuk:&lt;br /&gt;- Pukulan smes penuh&lt;br /&gt;- Pukulan smes potong&lt;br /&gt;- Pukulan sines backhand&lt;br /&gt;- Pukulan smes melingkar atas kepala&lt;br /&gt;Teknik pukulan smes tersebut secara bertahap setiap pemain harus menguasainya dengan sempurna. Manfaatnya sangat besar untuk meningkatkan kualitas permainan.&lt;br /&gt;Hal yang Perlu Diperhatikan&lt;br /&gt;1. Biasakan bergerak cepat untuk mengambil posisi pukul yang tepat.&lt;br /&gt;2. Perhatikan pegangan raket.&lt;br /&gt;3. Sikap badan harus tetap lentur, kedua lutut dibengkokkan dan tetap berkonsentrasi pada kok.&lt;br /&gt;4. Perkenaan raket dan kok di atas kepala dengan cara meluruskan lengan untuk menjangkau kok itu setinggi mungkin dan pergunakan tenaga pergelangan tangan pada saat memukul kok.&lt;br /&gt;5. Akhiri rangkaian gerakan pukul itu dengan gerak Ian-jut ayunan raket yang sempurna ke depan badan.&lt;br /&gt;11. Dropshot (Pukulan Potong)&lt;br /&gt;Adalah pukulan yang dilakukan seperti smes. Perbedaannya pada posisi raket saat perkenaan dengan kok. Bola dipukul dengan dorongan dan sentuhan yang halus. Dropshot (pukulan potong) yang balk adalah apabila jatuhnya bola dekat dengan net dan tidak melewati garis ganda.&lt;br /&gt;Karakteristik pukulan potong ini adalah, kok sentiasa jatuh dekat jaring di daerah lapangan lawan. Oleh karena itu harus mampu melakukan pukulan yang sempurna dengan berbagai sikap dan posisi badan dari sudut-sudut lapangan permainan. Faktor pegangan raket, gerak kaki yang cepat, posisi badan dan proses perpindahan berat badan yang harmonis pada saat memukul merupakan faktor penentu keberhasilan pukulan ini.&lt;br /&gt;Sikap persiapan awal dan gerak memukul tidak berbeda dengan pukulan smes. Dalam pelaksanaan pukulan potong ini, adalah menempatkan kok pada sudut-sudut lapangan lawan sedekat mungkin jaring/net, dengan variasi gerak tipu badan dan raket sebelum perkenaan raket dan kok, yang menyebabkan lawan terlambat mengatisipasi dan bereaksi atas datangnya kok secara mendadak.&lt;br /&gt;Hal yang Perlu Diperhatikan&lt;br /&gt;1. Pergunakan pegangan forehand. Pegang raket dan posisinya di samping bahu.&lt;br /&gt;2. Posisi badan menyamping (vertikal) dengan arah net, posisi kaki kanan berada dibelakang kaki kiri. Pada saat memukul bola, harus terjadi perpindahan beban badan dari kaki kanan ke kaki kiri.&lt;br /&gt;3. Posisi badan harus selalu diupayakan berada di belakang bola.&lt;br /&gt;4. Pada saat perkenaan bola, tangan harus lurus, menjangkau bola dan dorong dengan sentuhan halus.&lt;br /&gt;5. Untuk arah forehand lawan, pukul bagian Iengkungan bola sebelah kanan dan lengkung kiri bola untuk tujuan backhand.&lt;br /&gt;6. Posisi akhir raket mengikuti arah bola.Biasakan bergerak cepat mengambil posisi pukul yang tepat di belakang kok.&lt;br /&gt;7. Perhatikan gerak langkah dan keseimbangan badan pada saat dan setelah memukul kok.&lt;br /&gt;8. Kok harus dipukul dengan sikap lengan lurus dan hanya menggunakan tenaga kecil.&lt;br /&gt;9. Pukulan potong ini mengandung aspek kehalusan gerak dan gerak tipu.&lt;br /&gt;12. Netting&lt;br /&gt;Adalah pukulan yang dilakukan dekat net, diarahkan sedekat mungkin ke net, dipukul dengan sentuhan tenaga halus sekali. Pukulan netting yang baik yaitu apabila bolanya dipukul halus dan melintir tipis dekat sekali dengan net.&lt;br /&gt;Karakteristik teknik dasar ini adalah kok senantiasa jatuh bergulir sedekat mungkin dengan jaring/net di daerah lapangan lawan. Koordinasi gerak kaki, lengan, keseimbangan tubuh, posisi raket dan kok saat perkenaan, serta daya konsentrasi adalah faktor-faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan pukulan ini.&lt;br /&gt;Pegang raket dengan jari-jari tangan (ruas jari tangan), pergelangan tangan tetap rileks, posisi kepala (daun) raket sejajar dengan Iantai pada saat perkenaan raket dan kok yang harus diperhatikan selama proses pukulan jaring berlangsung. Di samping itu sikap dan posisi kaki tumpu harus tetap kokoh menapak di Iantai, dengan lutut kanan dibengkokkan, sehingga tidak terjadi gerakan tambahan yang dapat mempengaruhi keseimbangan tubuh.&lt;br /&gt;Hal yang Perlu Diperhatikan&lt;br /&gt;1. Pegangan raket forehand untuk forehand net dan backhand untuk backhand samping net.&lt;br /&gt;2. Siku agak bengkok dan pergelangan ditekuk sedikit ke belakang.&lt;br /&gt;3. Pada saat memukul, kaki kanan berada di depan dan bola dipukul pada posisi setinggi mungkin.&lt;br /&gt;4. Sesaat sebelum perkenaan bola, buat tarikan kecil dan pergelangan tangan. Pukul bola pada bagian lengkung kanan dan kiri sampai pada bagian bawah bola. Akhir kepala raket menghadap atau sejajar dengan langit-langit.&lt;br /&gt;Cara Latihan&lt;br /&gt;1. Berdiri kira-kira dua langkah dari jaring sambil memegang raket.&lt;br /&gt;2. Penyaji melemparkan kok berturut-turut ke daerah jaring dan Anda berusaha memukul kok itu.&lt;br /&gt;3. Lakukan latihan ini di sisi kanan dan kiri secara bergantian.&lt;br /&gt;4. Tingkatkan faktor intensitas dan kesulitan latihan dengan cara sambil bergerak.&lt;br /&gt;5. Arah dan sasaran pukulan dapat berbentuk lurus, silang atau dengan cara mendorong kok itu ke berbagai arah.&lt;br /&gt;13. Return Smash&lt;br /&gt;Adalah pukulan yang lebih identik dengan pola pertahanan. Namun demikian pengembalian smash yang baik bisa menjadi serangan balik. &lt;br /&gt;Jenis-jenis pengembalian smash:&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;1. Pengembalian pendek, yaitu pengembalian dimana bolanya jatuh dekat net. Banyak terjadi pada permainan tunggal. Tujuannya untuk memaksa lawan berlari jauh.&lt;br /&gt;2. Pengembalian drive (mendatar),lebih banyak dilakukan pada permainan ganda. Tujuannya untuk tidak memberi kesempatan lawan melakukan serangan.&lt;br /&gt;3. Pengembalian panjang, yaitu pengembalian bola ke arah belakang lagi. Pukulan ini blasanya hanya bisa dilakukan oleh pemain yang sudah trampil dan mempunyai pergelangan tangan kuat.&lt;br /&gt;Hal yang Perlu Diperhatikan&lt;br /&gt;1. Posisi siap (stand), lihat keterangan dibagian footwork.&lt;br /&gt;2. Untuk pengembalian dari forehand, apabila dekat biosa dilakukan dengan satu langkah kaki kanan, tatapi apabila jauh, mungkin perlu dilakukan dulu langkah kecil dari kaki kiri.&lt;br /&gt;3. Untuk pengembalian backhand, apabila dekat bisa dilakukan dulu langkah kecil dari kaki kiri. Tetapi , aapbila jauh mungkin perlu dilakukan dulu langkah kecil dari kaki kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Backhand Overhead&lt;br /&gt;Pukulan ini bisa dlkategorikan paling sulit, terutama bagi pemain pemula. Karena secara biomekanik teknik pukulan ini selain menuntut koordinasi anggota badan yang sempurna, juga penguasaan grip dan timing yang tepat. Tanpa ketiga hal tersebut, tenaga besar sekalipun tidak bisa menghasilkan kualitas pukulan yang baik.&lt;br /&gt;Hal yang Perlu Diperhatikan&lt;br /&gt;1. Lakukan posisi slap dengan posisi raket di tangan.&lt;br /&gt;2. Putar badan, dengan melangkahkan kaki kanan ke belakang kiri. Lutut dan siku kanan agak bengkok.&lt;br /&gt;3. Rangkaian memukul mulai dari mengayunkan raket (siku ke dekat ketiak) dorong dengan pinggang dan siku menjadi lurus. Gerakan diakhiri dengan lecutan pergelangan tangan.&lt;br /&gt;4. Cara kedua, rangkaian pukulan di atas (No.3) bisa dilakukan sambil melangkahkan kaki kanan, lalu ayun raket. Kaki kanan sudah mendarat pada saat bola dipukul.&lt;br /&gt;Cara Latihan&lt;br /&gt;Latih dahulu gerakan tanpa bola . Untuk mempermudah bisa digunakan alat bantu, yaitu gantuingan kok setinggi timing seorang atlit&lt;br /&gt;15. Drive&lt;br /&gt;Adalah pukulan cepat dan mendatar banyak digunakan dalam permaianan ganda. Tujuannya untuk menghindari lawan menyerang atau sebaliknya memaksa lawan mengangkat bola dan berada pada posisi bertahan. Pukulan ini menuntut ketrampilan grip, reflek yang sepat dan kekuatan pergelangan tangan. Pukulan ini akan diajarkan lebih jauh pada tahap selanjutnya.&lt;br /&gt;Sebagai Dasar Hal yang Perlu Diperhatikan&lt;br /&gt;1. Pegangan raket dengan satu grip/cepat berpindah.&lt;br /&gt;2. Selain kekuatan bahu, gunakan “lecutan” pergelangan pada saat bola dipukul.&lt;br /&gt;Cara Latihan&lt;br /&gt;1. Gunakan raket yang lebih berat atau botol berisi pasir untuk melatih kekuatan pergelangan tangan.&lt;br /&gt;2. Latih reflek pukulan drive kiri/kanan ke tembok.&lt;br /&gt;16. Variasi Stroke/Taktik Permainan &lt;br /&gt;Setelah seorang atlit berhasil menguasai cara memegang raket, menguasai footwork, dan seluruh tekni dasar (basic stroke) dengan baik, maka selanjutnya dapat membuat variasi pukulan. Dengan kata lain, pada satu jenis posisi yang baik dapat melakukan beberapa pilihan pukulan. Misalnya pukulan overhead, selain lob dengan sedikit mengubah grip dan arah raket/putaran raket, bisa melakukan pada posisi underhand yang baik, selain melalukan netting bisa juga melakukan flick.&lt;br /&gt;Penguasaan pukulan dasar dan variasi akan terasa sekali manfaatnya pada saat mulai bermain dalam game (hitungan). Berpikirlah menggunakan taktik apa agar bisa mematikan lawan dan memenangkan pertandingan. Berikit adalah beberapa tips dan taktik permainan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. &lt;br /&gt;Tunggal&lt;br /&gt;Pada permainan tunggal, bisa dikatakan berada di atas angin apabila selalu bisa:&lt;br /&gt;1. Melakukan pukulan dengan posisi selalu berada di belakang bola.&lt;br /&gt;2. Sudah berada di tengah lapangan sebelum lawan memukul bola.&lt;br /&gt;3. Sebaliknya berusaha untuk cepat berada pada posisi memukul sebelum lawan kembali ke tengah. Dalam posisi ini artinya siap melakukan serangan yang mematikan.&lt;br /&gt;Untuk bisa melakukan ketiga hal di atas, Pemain harus memillki footwork yang teratur dan cepat. Dan gerakan-gerakan yang cepat itu bisa berlangsung untuk jangka waktu lama maka diperlukan stamina yang memadai. Karenanya, footwork yang cepat, teratur, dan stamina yang kuat menjadi faktor yang dominan diperlukan seorang pemain tunggal.&lt;br /&gt;Ganda &lt;br /&gt;Permainan ganda memllikl tuntutan yang agak berbeda dengan tunggal. Seorang pemain yang footwork-nya kurang baik tetapi memiliki kecepatan dan reflek pukulan serta power yang besar, bisa menjadi pemain ganda yang baik.&lt;br /&gt;Walaupun penguasaan pukulan dasarnya sama dengan tunggal, tetapi seorang pemain tunggal yang baik belum tentu bisa menjadi pemain ganda yang baik. Karena permainan ganda memiliki jenis pukulan yang khusus. Pukulan cepat seperti drive, smash, return smash, serve, dan wiping (menyapu) adalah jenis pukulan yang wajlb dan harus dikuasi dengan trampll.&lt;br /&gt;Dalam permainan ganda ada filosofi yang berbunyi “Siapa yang bisa menyerang lebih dahulu dia akan menang”. Filosofi Ini rata-rata dipegang oleh setiap pemain ganda. Ini terlihat dalam karakter permainan ganda sekarang ini yang menganggap bahwa pertahanan yang baik adalah dengan menyerang.&lt;br /&gt;Selain itu ganda adalah permainan yang mengandalkan kerja sama. Pukulan harus dirancang, kemudian mematikan lawan dengan pukulan hasil kerja sama.&lt;br /&gt;Model, Variasi Gerak serta Penampilan&lt;br /&gt;Pemain Bulutangkis Elite Indonesia&lt;br /&gt;Kunggulan dan pencapaian prestasi puncak dalam olahraga bulutangkis, harus melalui proses pelatihan dalam kurun waktu lama. Aspek kontinuitas, aplikasi pelatihan yang sistematis, program pelatihan yang dirancang dengan baik, adanya dukungan sarana pelatihan yang memadai serta terciptanya suasana pelatihan yang menyenangkan, merupakan laktor-faktor pendukung yang selama ini tercipta di lembaga bulutangkis Indonesia.&lt;br /&gt;Sejarah perbulutangkisan Indonesia mencatat, banyak pemain yang memiliki ketrampilan yang baik dan satu dengan lainnya saling berbeda.&lt;br /&gt;Tipe dan karakteristik serta gaya permainan Rudy Hartono, Lim Swie King, Icuk Sugiarto, Lius Pongoh, Tjun Tjun, Johan Wahyudi, Christian Hadinata, Ade Chandra, Tony Gunawan, Candra Wijaya, Iie Sumirat, Ricky Soebagdja, Rexy Mainakai, Minarti Timur, Susy Susanti, dll, masing-masing kaya dengan varlasi pukulan yang berbeda. Ketrampilan itu diperoleh lewat proses pelatihan yang ketat.&lt;br /&gt;“Jangan berpikir tentang hasil akhir yang dicapai, akan tetapi berpikirlah tentang proses latihan yang benar”.&lt;br /&gt;Variasi pukulan dalam pembinaan bulutangkis, sarat dengan penampilan gerak yang atraktif, konsentrasi dan ketrampilan teknik yang memukau.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Sumber: “PEDOMAN PRAKTIS BERMAIN BULUTANGKIS”, Oleh: PB PBSI&lt;br /&gt;JANGAN:&lt;br /&gt;“takut salah, takut out, takut bola pukulannya tanggung” dan sebagainya, maka kemungkinan terjadi akan lebih besar. Karena itu cobalah dan biasakan untuk selalu berpikir positif, hindari yang negatif. &lt;br /&gt;lebih baik mengatakannya dengan cara yang positif: “Ayo, coba lagi pelan-pelan, kamu pasti bisa melakukannya. Perhatikan, tangannya, begini… langkahnya, ke sini… kena bolanya, di sini… ayo dicoba”.&lt;br /&gt;illustrasi photo dan gambar diambil dari berbagai sumber di dunia maya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: "PEDOMAN PRAKTIS BERMAIN BULUTANGKIS", Oleh: PB PBSI&lt;br /&gt;Dicetak oleh :&lt;br /&gt;Percetakan “sekar_sari”&lt;br /&gt;RT 2 RW 4 Salamsari, Boja Kendal 51381&lt;br /&gt;www.tunassakti.blogspot.com&lt;br /&gt;www.kahutindosemarang.blogspot.com&lt;br /&gt;email :&lt;br /&gt;sekar_ayu21@yahoo.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4225166407997671661-3641740591731421108?l=tunassakti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tunassakti.blogspot.com/feeds/3641740591731421108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4225166407997671661&amp;postID=3641740591731421108' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4225166407997671661/posts/default/3641740591731421108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4225166407997671661/posts/default/3641740591731421108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tunassakti.blogspot.com/2009/01/dicetak-oleh-percetakan-sekarsari-rt-2.html' title=''/><author><name>Tunas Sakti FC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12676823015932773076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bzQK5dAZ5oQ/SYTNQv1v0lI/AAAAAAAAAAg/e4JEIE8X8Ec/s72-c/header_pbsi_4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4225166407997671661.post-5656823126704247679</id><published>2009-01-31T14:06:00.000-08:00</published><updated>2009-01-31T14:10:47.767-08:00</updated><title type='text'>Pola Latihan Usia Dini</title><content type='html'>Latihan Pola Gerakan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan Anak atau Kesalahan Pelatihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kongkow-kongkow menunggu anak berlatih bulutangkis, salah satu bahan bahan pembicaraan para orang tua adalah tentang seputar bulutangkis dan kemajuan anak dalam pelatihan. Pertanyaan yang sering muncul adalah mengapa anak-anak tidak dapat menerapkan segala hal yang telah diberikan dalam latihan pada saat uji kemampuan dalam sesi pertandingan. Anak-anak sering disalahkan oleh orang tua maupun pelatih karena melupakan atau tidak mampu menyerap pola gerakan atau teknik pukulan yang telah mereka pelajari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, keadaan itu bukanlah semata-mata kesalahan atau tanda ketidakmampuan sang anak menyerap materi pelatihan. Kegagalan anak kemungkinan berakar pada prinsip dan metode yang dipakai dalam proses pelatihan bulutangkis pada anak usia dini. Pelatihan yang sistematis dan masuk akal haruslah dilandasi pemahaman tentang bagaimana otak bekerja dan belajar pola gerakan baru. Dengan dasar pemahaman tersebut, pelatih dan orang tua dapat bekerjasama memperbaiki rancangan proses pelatihan bulutangkis pada anak. Dengan demikian, kemampuan anak dalam hal kecepatan, ketepatan dan ingatan belajar anak-anak dapat ditingkatkan dan diukur kemajuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penguasaan Pola Gerakan Baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan latihan motor (yang meliputi meliputi otot dan syaraf) adalah mempelajari pola gerakan baru dan dapat melakukan pola gerakan tersebut secara otomatis tanpa harus berpikir tentangnya (proses otomatis). Pertanyaannya adalah, mengapa harus mempelajari pola gerakan baru dan bagaimana sebuah pola gerakan baru menjadi gerakan alamiah pada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa harus mempelajari gerakan baru? Seratus tahun lebih, para atlit, pelatih dan pengamat bulutangkis menemukan bahwa metode serangan dan pertahanan tertentu memiliki keuntungan khusus dalam situasi pertandingan tertentu. Misalnya, dengan rotasi bahu atlit dapat memukul lebih kuat dibandingkan dengan tekukan sendi siku atau kedutan pergelangan tangan. Tata langkah (footwork) gunting lebih menguntungkan dibandingkan meluncur bagi profil fisik atlit pendek. Dan banyak lagi temuan dalam pola gerakan yang dihasilkan dari usaha coba-coba. Selanjutnya, penelitian dalam berbagai bidang ilmu seperti fisiologi, biomekanik dan syaraf sangat mempengaruhi penyusunan pola gerakan bulutangkis. Misalnya, pola gerakan yang dapat mengakibatkan tennis elbow dapat dijelaskan dan diperbaiki dengan menerapkan ilmu fisiologi. Hasil penerapan dalam pertandingan dan catatan-catatan hasil penelitian tersebutlah yang menghasilkan pola gerakan pada olah raga bulutangkis sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang anak (pemula) yang baru belajar, pola gerakan bulutangkis yang diajarkan oleh pelatih adalah tidak alami. Cobalah perhatikan (ingat) bagaimana cara anak mengayunkan raket pada awal ia mengikuti pelatihan yang berstruktur pada klup pembinaan. Misalnya, pola gerakan upperhead, sebuah pola gerakan yang biasanya pertama kali diajarkan pada anak yang baru berlatih. Setiap anak atau setiap orang saat pertama kali melakukan upperhead akan kesulitan dengan pola gerakan ini. Upperhead memang sulit dipelajari karena pola gerakan ini tidak alamiah bagi sebagian besar orang. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sangat jarang atau tidak pernah melakukan pola gerakan seperti pola gerakan upperhead. Untuk memahaminya, coba bayangkan pola gerakan ini dan carilah padanannya dalam kehidupan sehari-hari. Pola gerakan yang paling dekat dengan upperhead adalah gabungan gerakan menggalah buah di pohon yang tinggi dengan ayunan tangan saat menggebuk kasur. Kita memang jarang melakukan pola gerakan seperti upperhead dalam aktivitas kehidupan sehari-hari &lt;br /&gt;Persoalan tambahan dengan pola gerakan pada olah raga bulutangkis adalah halangan budaya. Pada banyak kebudayaan di Indonesia, perempuan sangat disarankan untuk tidak mengangkat sikunya lebih tinggi dari ketiak. Menempatkan siku lebih tinggi dari ketiak adalah poisisi yang dianggap tidak sopan. Hal ini bisa kita lihat misalnya dalam berbagai bentuk tarian daerah. Penari perempuan sangat jarang menempatkan siku lebih tinggi dari ketiak. Akibatnya, untuk dapat mempelajari upperhead, anak perempuan di Indonesia harus mengatasi dua hal sekaligus yaitu ketidak alamiahan gerakan dan hambatan budaya. Mungkin, inilah salah satu yang membuat anak perempuan agak sedikit terlambat perkembangannya dibandingkan anak lali-laki dalam mempelajari pola gerakan bulutangkis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokok pikiran yang hendak saya tekankan adalah bahwa pola gerakan pada olah raga bulutangkis kebanyakan tidak aplikabel dalam kehidupan nyata sehari-hari. Oleh karena itu, pola gerakan pada olah raga bulutangkis yang benar harus dipelajari seperti orang Indonesia mempelajari makan pakai sumpit. Hal ini perlu dipahami oleh para pelatih dan orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, bagaimana pola gerakan bulutangkis yang tidak alamiah tersebut dilatih hingga menjadi gerakan alamiah pada anak? Untuk mendapatkan kemampuan baru atau merubah (meningkatkan) kemampuan yang ada, otak si anak harus melalui dua tahap:&lt;br /&gt;Memproses informasi baru secara sadar (proses terkendali)&lt;br /&gt;Setelah beberapa waktu, kemampuan baru ini kemudian menanamkan tindakan baru atau perubahan ke dalam wilayah otomatis dari otak dari anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui latihan yang sistematis dan terstruktur, sebuah tindakan kemudian menjadi otomatis dan tidak membutuhkan pikiran sadar dan dapat dianggap sebagai kemampuan proses otomatis. Kembali pada contoh pemakaian sumpit: awalnya kita harus konsentrasi dengan makanan yang akan dicapit, gerakan otot jari, posisi tangan, jarak antara mangkuk - mulut dan sebagainya. Setelah terbiasa, kita bisa makan dengan sumpit sambil bercanda tanpa harus memikirkan lagi gerakan pola gerakan tersebut.&lt;br /&gt;Muatan Materi Pelatihan&lt;br /&gt;Otak mempunyai kemampuan yang terbatas untuk melakukan proses terkendali. Keterbatasan ini membatasi tahap pertama dari penyerapan anak terhadap kemampuan baru atau sebuah pola gerakan baru. Jumlah proses terkendali dapat dijelaskan sebagai sejumlah variabel dan keputusan yang harus dipertimbangkan oleh anak didik secara sadar saat mempelajari pola gerakan baru dalam situasi permainan bulutangkis. Ini dapat berupa:&lt;br /&gt;Rangsangan – seperti gerakan shuttlecock, tindakan lawan atau umpan balik dari pelatih:&lt;br /&gt;1. Membuat keputusan – apa yang dilakukan dan kapan; &lt;br /&gt;2. Memodifikasi atau mempelajari tindakan baru. &lt;br /&gt;3. Proses terkendali berlebihan muatan terjadi ketika pelatih memberikan terlalu banyak materi yang harus diproses. Ini berakibat pada pengurangan kecepatan kemapuan berlatih anak didik. Untuk itu, pelatih harus mengurangi muatan proses terkendali. Aturan umum yang harus dipegang adalah memberikan anak didik kesempatan untuk mempelajari satu hal dalam satu kesempatan. &lt;br /&gt;rally dalam permainan bulutangkis, pemain menjalankan tiga proses secara simultan:&lt;br /&gt;1. Menyerap rangsangan – mendapatkan informasi dari lingkungan &lt;br /&gt;2. Kendali gerak – memilih dan menentukan tindakan &lt;br /&gt;3. Membuat keputusan – menghubungkan rangsangan ke kendali gerak&lt;br /&gt;Penyerapan rangsangan melibatkan pengenalan dan pengolahan rangsangan yang dianggap penting yang meliputi posisi dan gerakan pemain di lapangan serta gerakan shuttlecock. Kendali gerak melibatkan pengaktifan rangkaian otot untuk menghasilkan tindakan. Ini meliputi pukulan dan gerakan.&lt;br /&gt;Pengambilan keputusan didasarkan pada rangsangan. Dalam respon terhadap situasi, anak didik akan memutuskan tindakan yang mana yang diambil. Dengan demikian, pengambilan keputusan adalah adalah perekat antara penyerapan rangsangan dan kendali gerakan.&lt;br /&gt;Untuk menhindari proses terkendali kelebihan muatan , ketiga proses mental ini harus dilatih secara terpisah. Artinya, hanya ada satu proses mental yang dipraktekkan dalam satu situasi pelatihan atau pada saat proses yang lain telah dilatih menjadi situasi otomatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode Pelatihan Proses Mental:&lt;br /&gt;Penyerapan rangsangan: &lt;br /&gt;4. Anak didik memukul shuttlecock ke pelatih (atau anak lain) &lt;br /&gt;5. Pelatih kemudian memukul (seterusnya dengan berbagai variasi pukulan) &lt;br /&gt;6. Anak didik harus menyebutkan dengan keras jenis pukulan apa yang dilakukan pelatih. Dengan cara ini, anak mengenali arah, jarak, lintasan dan lain sebagainya. Anak sama sekali tidak boleh merespon secara fisik terhadap pukulan tersebut karena akan melibatkan kemampuan motor dan pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan lain adalah dengan menggunakan klip video dan teknologi komputer. Klip video dapat direkam dari sisi pandang pemain dan diolah sehingga komputer dapat mengenali jenis pukulan apa yang sedang dimainkan dan kapan. Anak sebagai pemain dapat berlatih mengenal jenis pukulan pada komputer. Komputer dapat merekam seberapa akurat informasi diolah dan seberapa cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendali gerak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak didik diberikan situasi yang berulang-ulang yang berubah sedikit mungkin (untuk menghindari kebutuhan mengambil keputusan).&lt;br /&gt;Bentuk latihan ini membutuhkan umpan yang sangat tepat dan dilakukan berulang-ulang pada tempat yang sama&lt;br /&gt;Anak didik mengulangi pukulan atau gerakan yang sama pada tempat yang sama&lt;br /&gt;Pembuatan keputusan:&lt;br /&gt;Ketika pemain dapat mengenal satu set situasi dan mempunyai kemampuan motor untuk digunakan merespon satu situasi, pemain kemudian dapat dilatih untuk mengasosiasikan respon tindakan yang benar dengan rangsangan yang diberikan. Contohnya: &lt;br /&gt;7. Anak didik memukul ke pelatih (atau pemain lain) &lt;br /&gt;8. Pelatih memukul dengan jenis pukulan pilihannya &lt;br /&gt;9. Pemain kemudian merespon dengan tindakan yang benar (kemampuan gerak)&lt;br /&gt;Variasi Pelatihan Kemampuan Gerak&lt;br /&gt;Telah diketahui bahwa daripada berlatih satu tindakan berulang-ulang, lebih baik untuk melakukan variasi tindakan secara terus menerus. Walaupun jika hanya ada satu hasil yang diharapkan, berlatih tindakan yang berbeda tapi memberikan hasil yang sama (misalnya: melakukan variasi pada kecepatan dan jarak) memungkinkan otak untuk belajar lebih tentang tindakan secara umum).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, dalam satu studi (Shea &amp; Kohl 1991), dua kelompok dilatih untuk mampu secara tepat menekan satu peralatan dengan daya yang ditentukan. Satu kelompok dilatih hanya pada daya yang ditentukan, sementara kelompok lain dilatih pada empat daya yang berbeda termasuk daya yang ditentukan (jumlah latihan sama pada masing-masing daya sehingga mereka hanya berlatih lebih sedikit pada daya yang ditentukan). Kelompok yang dilatih hanya kemampuannya pada daya yang ditentukan dapat dengan cepat menguasai kemampuat tersebut dengan cepat. Walaupu demikian, ketika diuji kemudian, kelompok yang dilatih dengan berbagai daya memiliki kemampuan yang lebih baik melebihi kemampuan kelompok yang hanya dilatih pada daya yang ditentukan. &lt;br /&gt;Beberapa studi lain telah menguatkan hasil studi ini. Singkatnya, pelatihan pada item tunggal akan membuat atlit cepat menguasai satu kemampuan. Walaupun demikian, pada jangka panjang, latihan yang beragam menghasilkan kemampuan dan penampilan yang lebih baik. Tetap harus diingat, variasi harus diberikan hanya pada pelatihan kemampuan motor.&lt;br /&gt;Untuk pelatihan bulutangkis usia dini, ini berarti bahwa pada saat pertama kali belajar memukul, materi harus dikelompokkan. Misalnya, daripada hanya melatih satu pukulan seperti smash, pelatih dapat merubah posisi tangan dalam setiap pukulan – smash, past drop, half smash, slow drop, smash, fast drop, dst. Kemudian, untuk memyempurnakan ketepatan, lakukan satu pukulan, tetapi ragamkan sudutnya setiap waktu atau ragamkan posisi lapangan tempat pukulan dilakukan. Harus diingat bahwa jika posisi lapangan beragam, pelatih harus menghindari kelebihan pengolahan terkendali dengan latihan rangsangan dan respon. Lebih baik melakukan ini dengan umpan tepat di posisi yang sudah diketahui atau dengan pelatihan ketepatan setelah rangsangan dan respon telah dilatih sampai tahap tingkat otomatis pada situasi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menggunakan variasi, perkembangan yang berlangsung memang lambat tetapi latihan yang beragam akan menjadikan memampuan itu melekat dan menjadi bagian dari si atlit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seputar Bulutangkis&lt;br /&gt;bulutangkisindonesia.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4225166407997671661-5656823126704247679?l=tunassakti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tunassakti.blogspot.com/feeds/5656823126704247679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4225166407997671661&amp;postID=5656823126704247679' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4225166407997671661/posts/default/5656823126704247679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4225166407997671661/posts/default/5656823126704247679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tunassakti.blogspot.com/2009/01/pola-latihan-usia-dini.html' title='Pola Latihan Usia Dini'/><author><name>Tunas Sakti FC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12676823015932773076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4225166407997671661.post-5378331739321434276</id><published>2008-12-30T01:38:00.000-08:00</published><updated>2008-12-30T01:42:53.269-08:00</updated><title type='text'>KEJURCAB BULU TANGKIS PBSI KENDAL</title><content type='html'>&lt;span class="cat"&gt;OLAHRAGA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span class="date"&gt;30 Desember 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span class="links2"&gt;Pemain PB Prestasi Dominasi Kerjurcab &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;              &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KENDAL&lt;/span&gt;- Para pemain dari PB Prestasi Weleri&lt;br /&gt;mendominasi posisi juara di final Kejurcab Bulutangkis&lt;br /&gt;Kelompok Umur PBSI Kendal 2008, Minggu (28/12).&lt;br /&gt;Tercatat 10 pemain dari klub bulutangkis tertua&lt;br /&gt;di Kendal itu menjadi juara dalam event yang digelar&lt;br /&gt;di GOR SBR Purin, Patebon. Sebanyak 15 nomor&lt;br /&gt;dipertandingkan dalam kejuaraan yang diikuti 216 peserta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil lengkap:&lt;br /&gt;Usia Dini Putri: 1. Afriana (SBR), 2. Serina (New Star),&lt;br /&gt;3. Choirunisa (New Star) dan Rifa A (Moro Tresno).&lt;br /&gt;Anak Putri: 1. Faridha (Prestasi), 2. Apriana (SBR),&lt;br /&gt;3. Nadia (SBR) dan Katika SM (Prestasi).&lt;br /&gt;Usia Dini Madya Putra: 1. Risky (SBR), 2. Ekki Galan (Prestasi),&lt;br /&gt;3. Saeful (SBR) dan Tatas (SBR). Usia Dini Utama Putra: 1. Amar Ageng&lt;br /&gt;K (Prestasi), 2. Satrio AP (SBR), 3. Risky (SBR) dan&lt;br /&gt;Anang (Surya Putra). Anak Madya Putra: 1. Amar Ageng (Prestasi),&lt;br /&gt;2. Wahyu M (ABC), 3. Anang Makruf (SBR) dan Rafi (Moro Tresno). Utama Putra: 1. Alif Estu (Prestasi), 2. Ardian (Prestasi), 3. M Ifan (SBR)&lt;br /&gt;dan Satrio Aji (SBR). Pemula Putri: 1. Dinari (Kalianda),&lt;br /&gt;2. Hesti S (Prestasi), 3. Farida (Prestasi) dan Imaniar (ABC).&lt;br /&gt;Remaja Putri: 1. Faizah (Prestasi), 2. Dinari (Kalianda),&lt;br /&gt;3. Nilam (Moro Tresno) dan Dyah R (ABC).&lt;br /&gt;Pemula Madya Putra: 1. Ricky (ABC), 2. Nur Wahyu (Prestasi),&lt;br /&gt;3. Mas’um AR (Madani) dan Rafi BD (Moro Tresno).&lt;br /&gt;Pemula Utama Putra: 1. Angga (Prestasi), 2. Itba (Prestasi),&lt;br /&gt;3. Nur Sabitus (SBR) dan Abdul Azis (Moro Tresno). Remaja&lt;br /&gt;Madya Putra: 1. Rizal (Prestasi), 2. Fajar (Birowo),&lt;br /&gt;3. Latif BM (Moro Tresno) dan Zaenal A (Madani).&lt;br /&gt;Remaja Utama Putra: 1. Kurniawan (Prestasi), 2. Wisnu (Prestasi),&lt;br /&gt;3. Angga (Prestasi) dan Itba (Prestasi). Taruna Putri: 1. Faizah (Prestasi),&lt;br /&gt;2. Nilam (Moro Tresno), 3. Dyah R (ABC) dan Lely (Prestasi).&lt;br /&gt;Taruna Madya Putra: 1. Zaenudin (ABC), 2. Rizal (Prestasi),&lt;br /&gt;3. Efan (ABC) dan A Makfuad (Bima Sakti).&lt;br /&gt;Taruna Utama Putra: 1. Kurniawan (Prestasi), 2.Wisnu (Prestasi),&lt;br /&gt;3. Safrudin (Prestasi) dan Alif R (SBR). (G15-18)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4225166407997671661-5378331739321434276?l=tunassakti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tunassakti.blogspot.com/feeds/5378331739321434276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4225166407997671661&amp;postID=5378331739321434276' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4225166407997671661/posts/default/5378331739321434276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4225166407997671661/posts/default/5378331739321434276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tunassakti.blogspot.com/2008/12/kejurcab-bulu-tangkis-pbsi-kendal_4862.html' title='KEJURCAB BULU TANGKIS PBSI KENDAL'/><author><name>Tunas Sakti FC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12676823015932773076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4225166407997671661.post-2861062186093276209</id><published>2008-11-26T08:06:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T08:08:29.025-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='juventiny'/><title type='text'>Milan Lebih Takut Juve Ketimbang Inter</title><content type='html'>Milan Lebih Takut Juve Ketimbang Inter                                  &lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" class="createdate" valign="top"&gt;    &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;    &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;     &lt;div style="margin: 1px; float: right;"&gt;&lt;!-- AdRevenue Ad Code --&gt; &lt;script src="http://ads.beritabola.com/index.php?section=serve&amp;amp;id=36&amp;amp;affid=3&amp;amp;output=js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;table border="0" cellpadding="3" cellspacing="0" width="1"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;a href="http://ads.beritabola.com/index.php?section=redir&amp;amp;zid=48e57e0177594&amp;amp;affid=3&amp;amp;kid=0" onmouseover="window.status='Go to: www.formulabisnis.com';return true" onmouseout="window.status=''; return true" target="_new"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/div&gt;&lt;img src="http://www.detiksport.com/images/content/2008/11/26/71/JuveInter-GiuseppeCacaeAFP200.jpg" mce_src="http://www.detiksport.com/images/content/2008/11/26/71/JuveInter-GiuseppeCacaeAFP200.jpg" alt="Juve vs Inter (AFP/Giuseppe Cacae)" title="Juve vs Inter (AFP/Giuseppe Cacae)" align="left" height="200" width="200" /&gt;&lt;b&gt;Bola Mania: &lt;/b&gt;Milan - Meski Inter Milan mampu menundukkan Juventus dan kini berada di puncak klasemen, namun fakta tersebut tak dianggap AC Milan. Rossoneri menyebut Bianconeri lebih menakutkan ketimbang Nerazzurri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian komentar yang dilontarkan Adriano Galliani. Walau saat ini Inter masih cukup dominan dan jelas-jelas duduk di posisi teratas klasemen, skuad besutan Jose Mourinho tidak lebih menakutkan dibanding anak asuh Claudio Ranieri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Presiden Milan itupun mengambil contoh tahun lalu saat AS Roma tertinggal 11 poin atas Inter. Meski Inter kemudian tetap menjadi scudetto, namun itu baru bisa dipastikian di pekan terakhir lewat pertandingan dramatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka saat Inter kini unggul tiga angka atas Paolo Maldini cs, Galliani mengaku tak perlu khawatir untuk bisa mengejar ketinggalan tersebut. Apalagi Inter juga masih kerap tampil kurang konsisten yang bisa menjadi penghambat di masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Inter melaju jauh? saya tidak akan mengatakan hal itu karena masih terlalu jauh mengambil kesimpulan. Anda harus melihat musim lalu bagaimana Roma yang ketinggalan 11 poin (dari Inter), namun tetap memiliki kesempatan memenangi scudetto hingga hari terakhir," tukas Galliani seperti dilansir Goal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galliani pun merasa Juve lebih menakutkan ketimbang Inter dan performa "sangar" skuad besutan Claudio Ranieri bisa saja mengganggu asa Milan untuk merebut scudetto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum dikalahkan Inter 1-0 pada pekan lalu, Juve memang tampil sangat baik dengan mencatat tujuh kali kemenangan beruntun termasuk saat dua kali menggasak Real Madrid (2-1, 2-0) di Liga Champions. Istimewanya, rekor itu dicatat saat badai cedera tengah melanda "Si Nyonya Tua".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Liga masih seimbang. Milan dan seperti halnya Juve. Mereka (Juve) masih membuat saya takut," tukas Galliani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milan saat ini berada di posisi kedua Serie A pekan ke-13 dengan 27 poin, unggul tiga angka dari Juventus yang berada satu tingkat dibawahnya. Sedangkan Inter berada di puncak klasemen dengan 30 poin. (dtc/din/krs)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4225166407997671661-2861062186093276209?l=tunassakti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tunassakti.blogspot.com/feeds/2861062186093276209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4225166407997671661&amp;postID=2861062186093276209' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4225166407997671661/posts/default/2861062186093276209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4225166407997671661/posts/default/2861062186093276209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tunassakti.blogspot.com/2008/11/milan-lebih-takut-juve-ketimbang-inter.html' title='Milan Lebih Takut Juve Ketimbang Inter'/><author><name>Tunas Sakti FC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12676823015932773076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4225166407997671661.post-4394796082301083804</id><published>2008-11-26T08:04:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T08:05:50.197-08:00</updated><title type='text'>Raul Samai Rekor Pippo</title><content type='html'>&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" class="createdate" valign="top"&gt;    &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;    &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;     &lt;div style="margin: 1px; float: right;"&gt;&lt;!-- AdRevenue Ad Code --&gt; &lt;script src="http://ads.beritabola.com/index.php?section=serve&amp;amp;id=36&amp;amp;affid=3&amp;amp;output=js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;table style="width: 7px; height: 24px;" border="0" cellpadding="3" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;a href="http://ads.beritabola.com/index.php?section=redir&amp;amp;zid=48e57de1ee06e&amp;amp;affid=3&amp;amp;kid=0" onmouseover="window.status='Go to: www.formulabisnis.com';return true" onmouseout="window.status=''; return true" target="_new"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/div&gt;&lt;img src="http://www.detiksport.com/images/content/2008/11/26/73/Raul-reuters200.jpg" mce_src="http://www.detiksport.com/images/content/2008/11/26/73/Raul-reuters200.jpg" alt="Raul (Reuters)" title="Raul (Reuters)" align="left" height="200" width="200" /&gt;&lt;b&gt;Berita Bola: &lt;/b&gt;Jakarta - Gol tunggal Raul Gonzales ke gawang BATE Borisov tak cuma mengantar Real Madrid lolos ke babak 16 besar. Raul kini menyamai torehan Filippo Inzaghi sebagai top skorer kompetisi Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah krisis kepercayaan diri menyusul serangkaian hasil buruk plus badai cedera pemain, Madrid meraih kemenangan penting saat melawat ke BATE. Gol tunggal Raul di menit tujuh memastikan Los Blancos melangkah ke babak 16 besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memberi sukses buat klubnya, Raul juga mencatatkan torehan tersendiri terkait gol tersebut. Itulah gol ke-64 Raul di seluruh kompetisi antarklub Eropa yang membuatnya berdiri sejajar dengan Filippo Inzaghi. Sebelumnya Super Pippo memiliki sendiri status sebagai top skorer kompetisi Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat AC Milan tak lolos ke Liga Champions sementara Madrid justru lolos ke babak 16 besar, Raul masih punya peluang besar untuk terus mempertajam rekor tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas gol tersebut Raul juga semakin mengokohkan dirinya sebagai top skoerer Liga Champions. Sejak menjalani debutnya tahun 1995 dan setelah menjalani 120 pertandingan, striker 31 tahun itu kini total sudah 62 kali menjebol jala lawan, unggul dua gol dari Ruud van Nistelrooy di posisi kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Top Skorer Kompetisi Eropa&lt;br /&gt;1. Filippo INZAGHI (ITA/AC Milan) 64 Gol&lt;br /&gt;Raul (ESP/Real Madrid) 64 RAUL (ESP / Real Madrid) 64&lt;br /&gt;3. Gerd Muller 62 gol&lt;br /&gt;4. Andrei SHEVCHENKO (UKR/AC Milan) 61&lt;br /&gt;5. Ruud VAN NISTELROOY (NED/Real Madrid) 60&lt;br /&gt;6. Eusebio (POR) 56&lt;br /&gt;Henrik LARSSON (SWE/Helsingborg) 56&lt;br /&gt;8. Thierry HENRY (FRA/Barcelone) 54&lt;br /&gt;9. Alfredo Di Stefano (ARG-ESP) 50&lt;br /&gt;(dtc/din/arp)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4225166407997671661-4394796082301083804?l=tunassakti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tunassakti.blogspot.com/feeds/4394796082301083804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4225166407997671661&amp;postID=4394796082301083804' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4225166407997671661/posts/default/4394796082301083804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4225166407997671661/posts/default/4394796082301083804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tunassakti.blogspot.com/2008/11/raul-samai-rekor-pippo.html' title='Raul Samai Rekor Pippo'/><author><name>Tunas Sakti FC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12676823015932773076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4225166407997671661.post-1643379109534965503</id><published>2008-11-26T08:00:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T08:01:45.656-08:00</updated><title type='text'>Juventus Pastikan Lolos</title><content type='html'>Liga Champions Grup H: Juve vs Zenit Berakhir Tanpa Gol                                  &lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" class="createdate" valign="top"&gt;      Rabu, 26 November 2008    &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;    &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;     &lt;div style="margin: 1px; float: right;"&gt;&lt;!-- AdRevenue Ad Code --&gt; &lt;script src="http://ads.beritabola.com/index.php?section=serve&amp;amp;id=36&amp;amp;affid=3&amp;amp;output=js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;table border="0" cellpadding="3" cellspacing="0" width="1"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;a href="http://ads.beritabola.com/index.php?section=redir&amp;amp;zid=48e57caa5b3d7&amp;amp;affid=3&amp;amp;kid=0" onmouseover="window.status='Go to: www.vnetclub.org';return true" onmouseout="window.status=''; return true" target="_new"&gt;&lt;img src="http://ads.beritabola.com/banners/48f895050d549.gif" alt="Click here" border="0" height="240" width="120" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/div&gt;&lt;img src="http://www.detiksport.com/images/content/2008/11/26/73/JuvevsZenit-reuters200.jpg" mce_src="http://www.detiksport.com/images/content/2008/11/26/73/JuvevsZenit-reuters200.jpg" alt="Reuters" title="Reuters" align="left" height="200" width="200" /&gt;&lt;b&gt;bola mania: &lt;/b&gt;Jakarta - Juventus gagal meraih hasil maksimal dari lawatannya ke Zenit St Petersburg. Sudah memastikan tiket ke babak perdelapanfinal, Bianconeri bermain imbang tanpa gol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski mendapat tambahan satu poin, Juve belum bisa mengamankan posisi sebagai pemuncak klasemen. Sebelas poin yang dimiliki masih mungkin dikejar jika Real Madrid meraih hasil sempurna di dua laga terakhir sementara Bianconeri kalah di pertandingan pamungkas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jika Alessandro Del Piero makin nyaman dengan hasil tersebut, tidak demikian dengan Zenit. Jika Los Merengues mampu menundukkan BATE Borisov dalam laga yang berlangsung sesaat lagi, maka peluang mereka lolos ke babak selanjutnya dipastikan tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalannya Pertandingan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juventus langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Tendangan bebas Mauro Camoranesi yang berhasil ditanduk Vicenzo Iaquinta dalam posisi bebas namun bola masih melayang meninggi dari bidang sasaran menandai awal gempuran tim tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di menit keenam giliran Ollof Melberg yang medapat peluang. Berawal dari umpan freekick Camoranesi, bola berhasil disundul mantan pemain Aston Villa ini namun belum mengubah kedudukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluang lain yang kembali terbuang adalah hasil kerjasama Camoranesi dan Del Piero, tendangan volley sang kapten mengakhiri prosesi serangan cuma berbuah tendangan gawang karena bola melambung ke atas mistar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuan rumah baru memiliki peluang matang di akhir babak pertama. Diawali tendangan bebas Andrei Arshavin yang diblok Momo Sissoko, bola yang jatuh ke kaki Denisov langsung dikirimnya ke Tymoschuk. Berdiri bebas di kotak penalti, sepakan mendatar Tymoschuk masih bisa dihadang barisan pertahanan Juventus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juve masih mendominasi pertandingan di awal babak kedua. Kerjasama antara Zdenek Grygera dengan Del Piero berakhir dengan tendangan Momo Sissoko yang dimentahkan bek lawan. Upaya Pavel Nedved me-rebound bola juga tak membuahkan hasil karena sepakannya masih melebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zenit balas menekan. Serangan bertubi-tubi yang dimotori oleh Arshavin berkali-kali membuat bek Juve jatuh bangun menyelamatkan gawangnya. Saat tak ada satupun yang berujung gol, peluang lain malah berhasil dikreasikan tim tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di menit ke-55, Vicenzo Iaquinta melepaskan umpan pada Del Piero yang berdiri bebas dan sepertinya akan membawa Juve unggul. Malang buat Alex, sepakannya kali ini melenceng dari target.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi meraih kemenangan dan memperpanjang keikutsertaan di Liga Champions, Zenit mencoba menambah daya gedor dengan memasukan Fayzulin dan menarik Arshavin di menit ke 70. Sementara Claudio Ranieri menginstirahatkan Del Piero dan menggantinya dengan Sebastian Giovinco di menit ke 78.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisa waktu pertandingan kedua kesebelasan terus berupaya mencetak gol. Namun hingga wasit meniupkan peluit panjang tanda laga berakhir, papan skor masih menunjuk angka 0-0.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susunan Pemain:&lt;br /&gt;Zenit: Malafeev; Sirl, Krizanac, Lomberts, Anyunkov; Danny, Zyrianov, Tymoschuk, Denisov; Pogrebnyak, Arshavin (Fayzulin 70)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juve: Manninger; Molinaro, Chielini, Melberg, Grygera; Nedved, Sissoko, Marrchisio, Camoranesi (Marchioni 84); Del Piero (Giovinco 78), Iaquinta (Amauri 87) (dtc/din/krs)&lt;div align="center"&gt;&lt;!-- AdRevenue Ad Code --&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4225166407997671661-1643379109534965503?l=tunassakti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tunassakti.blogspot.com/feeds/1643379109534965503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4225166407997671661&amp;postID=1643379109534965503' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4225166407997671661/posts/default/1643379109534965503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4225166407997671661/posts/default/1643379109534965503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tunassakti.blogspot.com/2008/11/juventus-pastikan-lolos.html' title='Juventus Pastikan Lolos'/><author><name>Tunas Sakti FC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12676823015932773076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4225166407997671661.post-7266935138735163986</id><published>2008-11-26T07:50:00.001-08:00</published><updated>2008-11-26T07:50:56.150-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h2 style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cataneo BT&amp;quot;;"&gt;Peraturan Futsal &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Estrangelo Edessa&amp;quot;;"&gt;FIFA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Written on September,19-2008 – 12:02 pm | by andiek|&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt; &lt;!--  google_ad_client = "pub-9446544853212609";  /* 468x60, created 5/13/08 */  google_ad_slot = "0326417518";  google_ad_width = 468;  google_ad_height = 60;  //--&gt; &lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt; &lt;/script&gt;&lt;script&gt;  window.google_render_ad();  &lt;/script&gt;&lt;strong&gt;PERATURAN 1&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;hr align="center" size="2" width="100%"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: orange;"&gt;LAPANGAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;UKURAN&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Lapangan harus berbentuk bujur sangkar. Garis samping pembatas lapangan harus lebih panjang dari garis gawang:&lt;br /&gt;Panjang : Minimal25 m, Maksimal 42 m&lt;br /&gt;Lebar : Minimal 15 m, Maksimal 25 m&lt;br /&gt;Ukuran Pertandingan Internasional:&lt;br /&gt;Panjang : Minimal 38 , maksimal 42 m&lt;br /&gt;Lebar : Minimal 18 m ,Maksimal 22 m&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;TANDA LAPANGAN&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;- Lapangan ditandai dengan garis. Garis tersebut termasuk garis pembatas lapangan. Garis yang lebih panjang disebut garis samping (touched line) dan yang lebih pendek disebut garis gawang (goal line).&lt;br /&gt;- Lebar garis pembatas 8 cm.&lt;br /&gt;- Lapangan dibagi menjadi dua dan diberi garis tengah.&lt;br /&gt;- Titik tengah ditandai pada garis setengah lapangan dan lingkaran pada titik tengah dibuat dengan radius 3 m.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;DAERAH PINALTI&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Daerah Pinalti ditandai pada masing-masing ujung lapangan sebagai berikut :&lt;br /&gt;- Seperempat Lingkaran, dengan radius 6 m, ditarik sebagai pusat diluar dari masing-masing tiang gawang.&lt;br /&gt;- Seperempat lingkaran digambarkan garis pada sudut kanan hingga garis gawang dari luar tiang gawang. Bagian atas dari masing-masing seperempat lingkaran dihubungkan dengan garis sepanjang 3,16m berbentuk paralel/sejajar dengan garis gawang antara kedua tiang gawang tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;TITIK PINALTI&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;- Titik Pinalti Pertama digambarkan 6 m dari titik tengah antara kedua tiang gawang dengan jarak yang sama.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;TITIK PINALTI KEDUA&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Titik pinalti pertama digambarkan di lapangan 10 m dari titik tengah antara kedua tiang gawang dengan jarak yang sama.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;TENDANGAN SUDUT&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Seperempat Lingkaran dengan radius 25 cm ditarik di dalam lapangan dari setiap sudut.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;DAERAH PERGANTIAN PEMAIN&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Daerah pemain cadangan terletak pada samping lapangan dengan tempat duduk tim di kedua sisi yang sama sehingga mempermudah untuk pergantian pemain.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Daerah pergantian pemain terletak depan tempat duduk pemain cadangan dan dengan panjang 5 m. Daerah ini ditandai pada masing-masing sisi dengan garis yang memotong garis samping, dengan lebar garis 8 cm dan panjang 80 cm, dimana 40 cm digambarkan didalam lapangan dan 40 cm diluar lapangan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Daerah Bebas berjarak 5 m dari garis tengah dan garis samping. Daerah bebas ini, secara langsung didepan pencatat waktu dan harus tetap dalam keadaan kosong dan bebas pandangan.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;GAWANG&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Gawang harus ditempatkan pada bagian tengah dari masing-masing garis gawang. Gawang terdiri dari dua tiang gawang (goal post) yang sama dari masing-masing sudut dan dihubungkan dengan puncak tiang oleh palang gawang secara horizontal (cross bar).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jarak antar tiang ke tiang gawang 3 m dan jarak dari ujung bagian bawah tanah ke palang gawang adalah 2 m.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedua tiang gawang dan palang gawang memiliki lebar dan dalam yang yang sama yakni 8 cm. Jaring dapat dibuat dari nilon yang diikat ke tiang gawang dan palang gawang dibahagian belakang yang diberi beban.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;KESELAMATAN&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Gawang boleh dipindahkan, tetapi harus dipasangkan secara aman selama permainan.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;PERMUKAAN LAPANGAN&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Permukaan lapangan harus mulus, rata dan tidak kasar. Disarankan penggunaan kayu atau lantai parkit, atau bahan buatan lainnya. Yang harus dihindari adalah penggunaan bahan dari beton atau korn blok.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: orange;"&gt;KEPUTUSAN DAN PENEGASAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;KEPUTUSAN 1&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Jika garis gawang antara 15 hingga 16m, maka radius seperempat lingkaran hanya diukur sebesar 4m. Dalam hal ini, tanda titik pinalti tidak lagi ditempatkan pada garis yang dibatasi daerah pinalti, tetapi berada tetap pada jarak 6m dari titik tengah antara posisi kedua tiang gawang.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;KEPUTUSAN 2&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Penggunaan lapangan yang datar dan berumput alami, atau rumput buatan diperbolehkan hanya untuk pertandingan lokal, tetapi tidak untuk pertandingan-pertandingan yang bersifat Nasional dan Internasional.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;KEPUTUSAN 3&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Tanda/titik dapat digambarkan di luar lapangan, 5 m dari busur pojok pada sudut kanan dan kiri dari garis gawang untuk memastikan bahwa jarak ini dapat diamati apabila tendangan sudut dilakukan. Lebar tanda/titik ini adalah 8 cm.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;KEPUTUSAN 4&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;Tempat duduk pemain cadangan, berada dibelakang garis pembatas lapangan tepat disamping daerah bebas yang berada di depan meja pencatat waktu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;PERATURAN 2&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;hr align="center" size="2" width="100%"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: orange;"&gt;BOLA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;KUALITAS DAN UKURAN&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Bola harus :&lt;br /&gt;- Berbentuk bulat.&lt;br /&gt;- Terbuat dari kulit atau bahan lainnya.&lt;br /&gt;- Minimum diameter 62 cm dan maximum 64 cm.&lt;br /&gt;- Berat bola pada saat pertandingan dimulai minimum 400 gram dan maximum 440 gram.&lt;br /&gt;- Tekanannya sama dengan 0,4 – 0,6 atmosfir (400 – 600 g/cm³).&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;PENGGANTIAN BOLA RUSAK&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Jika bola pecah atau rusak dalam suatu pertandingan:&lt;br /&gt;- Pertandingan dihentikan sementara.&lt;br /&gt;- Pertandingan dimulai kembali dengan menjatuhkan bola pengganti di tempat dimana bola pertama tersebut rusak.&lt;br /&gt;Jika bola pecah atau menjadi rusak ketika bola tidak dalam permainan pada saat permainan dimulai, tendangan gawang, tendangan pojok, tendangan bebas, tendangan pinalti atau tendangan ke dalam :&lt;br /&gt;- Pertandingan dimulai kembali sesuai dengan peraturan biasa.&lt;br /&gt;- Bola tidak dapat diganti selama pertandingan tanpa ijin dari wasit.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;KEPUTUSAN 1&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Bola dari kulit laken/bulu (felt ball) tidak diperbolehkan.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;KEPUTUSAN 2&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Bola tidak diperbolehkan memantul kurang dari 55 cm dan tidak boleh lebih dari 65 cm pada pantulan pertama ketika dijatuhkan dari ketinggian 2 m. Dalam suatu pertandingan atau kompetisi, hanya bola-bola yang memenuhi persyaratan teknis minimal yang diatur dalam Peraturan No.2 diperbolehkan untuk digunakan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam suatu pertandingan atau kompetisi FIFA dan pertandingan lainnya di bawah pengawasan konfederasi, penggunaan bola Futsal tergantung pada tiga logo persyaratan yang tercantum pada bola:&lt;br /&gt;Logo resmi &lt;strong&gt;“FIFA APPROVED”&lt;/strong&gt; atau &lt;strong&gt;“FIFA INSPECTED”&lt;/strong&gt; atau Referensi &lt;strong&gt;“International Match Ball Standard”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Logo yang tertera pada bola menyatakan bahwa bola tersebut telah diuji secara resmi dan sesuai dengan persyaratan teknis, masing-masing kategori beda spesifikasi yang diatur dalam Peraturan No.2, daftar persyaratan tambahan ditentukan pada setiap kategori dikeluarkan oleh FIFA. Institusi yang ditunjuk oleh FIFA yang akan melaksanakan pengujian tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Asosiasi Nasional dapat menyetujui penggunaan bola yang akan digunakan untuk kompetisinya sendiri atau pada seluruh kompetisi yang digelar, bola yang digunakan harus memenuhi salah satu dari tiga persyaratan yang telah ditetapkan dari Peraturan No.2&lt;br /&gt;Apabila asosiasi nasional memperbolehkan penggunaan bola berlogo “FIFA APPROVED” atau “FIFA INSPECTED” untuk kompetisinya sendiri, maka asosiasi nasional juga harus memperkenankan penggunaan bola yang memegang rancangan bebas royalti “Internasional Matchball Standard”.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Didalam kompetisi FIFA dan kompetisi lainnya dibawah pengawasan konfederasi serta asosiasi nasional, tidak diperbolehkan bentuk iklan komersial apapun tertera pada bola tersebut, kecuali untuk plakat kompetisi, penyelenggara kompetisi serta merek dagang pabrik pembuatnya dengan membatasi ukuran dan jumlah tanda-tanda tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;PERATURAN 3&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;hr align="center" size="2" width="100%"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: orange;"&gt;JUMLAH PEMAIN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;PEMAIN&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Dalam setiap pertandingan dimainkan oleh dua tim, masing-masing tim terdiri dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; pemain, salah satu diantaranya adalah penjaga gawang.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;PROSEDUR PERGANTIAN PEMAIN&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Pergantian pemain dapat dilakukan sewaktu-waktu selama pertandingan berlangsung dengan mengikuti peraturan kompetisi resmi yang dikeluarkan oleh FIFA, konfedarasi atau asosiasi.&lt;br /&gt;Jumlah pemain cadangan atau pemain pengganti maximum tujuh orang pemain.&lt;br /&gt;Jumlah pergantian pemain selama pertandingan berlangsung tidak dibatasi. Seorang pemain yang telah diganti dapat masuk kembali kedalam lapangan untuk menggatikan pemain lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pergantian pemain dapat dilakukan pada saat bola didalam atau diluar permainan dengan mengikuti persyaratan sebagai berikut:&lt;br /&gt;- Pemain yang ingin meninggalkan lapangan harus melakukannya didaerah pergantiannya sendiri.&lt;br /&gt;- Pemain yang ingin memasuki lapangan harus melakukannya pada daerah pergantiannya sendiri, tetapi dilakukan setelah pemain yang diganti telah melewati batas lapangan.&lt;br /&gt;- Pergantian pemain sangat bergantung kepada kewenangan wasit, apakah dipanggil untuk bermain atau tidak.&lt;br /&gt;- Pergantian dianggap sah ketika pemain pengganti telah masuk lapangan, dimana saat itu pemain tersebut telah menjadi pemain aktif dan pemain yang ia gantikan telah keluar dan berhenti menjadi pemain aktif.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Penjaga gawang boleh berganti tempat dengan pemain lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;PELANGGARAN DAN SANGSI&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Ketika pergantian pemain sedang dilakukan, seorang pemain cadangan masuk lapangan sebelum pemain yang akan digantikannya meninggalkan lapangan secara sempurna maka:&lt;br /&gt;- Permainan dihentikan.&lt;br /&gt;- Pemain yang diganti diperintahkan untuk meninggalkan lapangan.&lt;br /&gt;- Pemain pengganti tersebut diperingatkan dan menunjukkan kartu kuning.&lt;br /&gt;- Permainan dimulai kembali dengan melakukan tendangan bebas tidak langsung dilakukan oleh tim lawan dari tempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan.&lt;br /&gt;- Jika bola didalam daerah pinalti, tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti, dilakukan dari tempat yang terdekat dengan posisi bola ketika permainan dihentikan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jika pada saat pergantian pemain dilakukan, pemain pengganti masuk lapangan atau pemain pengganti meninggalkan lapangan dilakukan bukan dari tempat atau daerah pergantian pemain yang telah ditetapkan, maka:&lt;br /&gt;- Permainan dihentikan.&lt;br /&gt;- Pemain yang melanggar diperingatkan dan menunjukkan kartu kuning.&lt;br /&gt;Permainan dimulai kembali dengan tendangan bebas tidak langsung dilakukan oleh tim lawan dari tempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jika bola didalam daerah pinalti, tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti, dilakukan dari tempat yang terdekat dimana posisi bola berada ketika permainan dihentikan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;KEPUTUSAN 1&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Pada permulaan permainan, setiap tim harus bermain dengan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; orang pemain.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;KEPUTUSAN 2&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Jika dalam suatu pertandingan yang sedang berjalan pemain dikeluarkan, maka pemain yang tersisa kurang tiga pemain (termasuk penjaga gawang), pertandingan harus dihentikan untuk seterusnya.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;KEPUTUSAN 3&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Ofisial tim boleh berikan instruksi taktik kepada para pemainnya selama pertandingan berlangsung. Tetapi ofisial tim tidak dapat/tidak boleh mencampuri gerakan para pemain dan para wasit, dan harus selalu berlaku dengan yang wajar.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;PERATURAN 4&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;hr align="center" size="2" width="100%"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: orange;"&gt;PERLENGKAPAN PEMAIN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;KESELAMATAN&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Seorang pemain tidak boleh menggunakan peralatan atau memakai apapun yang membahayakan dirinya sendiri atau pemain lainnya, termasuk bentuk perhiasan apapun.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;DASAR PERLENGKAPAN&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Dasar perlengkapan yang diwajibkan dari seorang pemain adalah:&lt;br /&gt;- Seragam atau kostum.&lt;br /&gt;- Celana pendek – apabila pemain memakai celana dalam stretch pants, warnanya harus sama dengan celana pendek utama.&lt;br /&gt;- Kaos kaki.&lt;br /&gt;- Pengaman kaki (shinguards).&lt;br /&gt;- Sepatu dengan model yang diperkenankan untuk dipakai terbuat dari kain atau kulit lunak atau sepatu gimnastik dengan sol karet atau terbuat dari bahan yang sejenisnya. Penggunaan sepatu adalah wajib.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;SERAGAM ATAU KOSTUM&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;- Diberi nomor antara 1 – 15 dan harus tampak pada bagian belakang kostum.&lt;br /&gt;- Warna nomor harus berbeda dan lebih kontras dengan warna bajunya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Untuk pertandingan Internasional, nomornya juga harus tampak pada bagian depan kostum dalam ukuran yang lebih kecil.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;PENGAMAN KAKI      (Shinguards).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;- Secara keseluruhan pengaman kaki harus ditutup oleh kaos kaki.&lt;br /&gt;- Terbuat dari bahan yang cocok (karet, plastik atau bahan sejenis).&lt;br /&gt;- Harus memberikan tingkat perlindungan yang cukup.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;PENJAGA GAWANG&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;- Penjaga gawang diperkenankan memakai celana panjang, di bagian luar harus di tutup dengan kaos kaki.&lt;br /&gt;- Setiap penjaga gawang memakai warna yang mudah membedakannya dari pemain lain serta wasit.&lt;br /&gt;- Jika seorang pemain yang berada diluar lapangan ingin mengganti penjaga gawang, baju yang dipakai penjaga gawang pengganti, oleh pemain tersebut harus ditandai pada bagian belakang dengan nomor pemain itu sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;PELANGGARAN DAN SANGSI&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Untuk setiap pelanggaran dari Peraturan ini :&lt;br /&gt;- Pemain yang melakukan kesalahan akan diperintahkan oleh wasit untuk meninggalkan lapangan, membetulkan perlengkapannya atau melengkapi salah satu perlengkapan yang hilang atau belum dipakai. Pemain tidak boleh kembali ke dalam lapangan tanpa melapor terlebih dahulu kepada salah seorang wasit, yang kemudian memeriksa perlengkapan pemain tersebut. Pemain diperkenankan masuk kembali, ketika bola berada diluar permainan (when the ball is out of play)&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;MEMULAI KEMBALI      PERTANDINGAN&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Jika Wasit hentikan permainan (sementara) untuk berikan peringatan dan menunjukkan kartu kuning terhadap pemain (yang) melakukan pelanggaran.&lt;br /&gt;- Memulai kembali pertandingan dengan tendangan bebas tidak langsung dilakukan pemain dari tim lawan dari tempat bola berada ketika wasit hentikan permainan&lt;br /&gt;KEPUTUSAN&lt;br /&gt;1. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; pemain tidak boleh memperlihatkan kaos dalam yang memuat slogan atau iklan.&lt;br /&gt;Pemain yang melepaskan baju kaos memperlihatkan slogan atau iklan harus diberikan sangsi oleh pengurus bidang kompetisi.&lt;br /&gt;2. Baju kaos harus pakai lengan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PERATURAN 5&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;hr align="center" size="2" width="100%"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: orange;"&gt;WASIT&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;WEWENANG WASIT&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Setiap pertandingan dipimpin oleh seorang wasit yang memiliki wewenang penuh untuk memegang teguh Peraturan Permainan sehubungan dengan pertandingan dimana ia telah ditunjuk untuk memimpinnya, terhitung mulai dari saat ia masuk sampai dengan ia meninggalkan lapangan tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;KEKUASAAN DAN TANGGUNG      JAWAB WASIT&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;- Memegang teguh Peraturan Permainan.&lt;br /&gt;- Membiarkan permainan terus berlanjut ketika terjadi pelanggaran pada salah satu tim, namun pada saat yang sama tim yang dilanggar mempunyai kesempatan untuk mencetak gol. Tetapi, jika kesempatan tersebut tidak dapat diraihnya, wasit tetap akan memberikan hukuman kepada tim yang membuat pelanggaran sebelumnya.&lt;br /&gt;- Mencatat hasil pertandingan sebagai bahan laporan pertandingan, termasuk memberikan hukuman terhadap para pemain dan/atau ofisial tim pada insiden lainnya yang terjadi sebelum, selama dan seusai pertandingan.&lt;br /&gt;- Bertindak sebagai pencatat waktu jika ofisial/petugas yang ditetapkan, tidak hadir.&lt;br /&gt;- Menghentikan, menunda atau mengakhiri pertandingan untuk setiap pelanggaran peraturan atau yang disebabkan oleh bentuk campur tangan luar.&lt;br /&gt;- Memberikan hukuman terhadap pemain yang salah dan mengeluarkan pemain tersebut.&lt;br /&gt;- Memastikan/menjamin bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berkepentingan masuk kedalam lapangan.&lt;br /&gt;- Menghentikan pertandingan jika, menurut pendapatnya, seorang pemain terluka parah dan memastikan bahwa ia dipindahkan dari lapangan.&lt;br /&gt;- Memperkenankan permainan diteruskan hingga bola keluar lapangan permainan jika seorang pemain, menurut pendapatnya, hanya cidera ringan.&lt;br /&gt;- Memastikan bahwa setiap bola yang digunakan memenuhi persyaratan dari Peraturan No.2&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;KEPUTUSAN WASIT&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Semua keputusan wasit mengenai fakta yang berhubungan dengan permainan adalah final dan tidak dapat dirubah.&lt;br /&gt;Wasit dan wasit kedua hanya dapat merubah keputusannya, jika menyadari bahwa mereka membuat kesalahan atau jika mereka beranggapan itu perlu dilakukan, asalkan permainan belum dimulai kembali atau pertandingan (belum) diakhiri.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;KEPUTUSAN 1&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Jika wasit dan wasit kedua, secara bersamaan mengeluarkan sinyal pelanggaran secara bersamaan dan terdapat perbedaan keputusan, maka tetap keputusan wasitlah yang dibenarkan.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;KEPUTUSAN 2&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Wasit dan wasit kedua, memiliki hak memperingatkan atau mengeluarkan pemain, tetapi jika terjadi perbedaan diantara mereka, maka tetap keputusan wasitlah yang dibenarkan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;PERATURAN 6&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;hr align="center" size="2" width="100%"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: orange;"&gt;WASIT KEDUA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: orange;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;TUGAS:&lt;br /&gt;Wasit kedua ditunjuk untuk menjalankan sisi lapangan yang berlawanan dari posisi wasit. Ia juga diperkenankan menggunakan peluit. Wasit kedua membantu wasit untuk mengawasi pertandingan sesuai dengan Peraturan Permainan.- Memiliki kekuasaan untuk menghentikan permainan untuk setiap pelanggaran Peraturan.&lt;br /&gt;- Memastikan bahwa pergantian pemain dilakukan dengan baik.Dalam hal ini sering terjadi dimana tindakan yang diambil wasit kedua tidak sesuai dengan yang telah ditentukan, maka wasit dapat membebas tugaskan wasit kedua dari tugas-tugasnya dan mengatur pergantian wasit kedua. Seusai pertandingan melaporkannya kepada pejabat yang berwenang.KEPUTUSAN&lt;br /&gt;Penggunaan wasit kedua diwajibkan pada pertandingan Internasional. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;PERATURAN 7&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;hr align="center" size="2" width="100%"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: orange;"&gt;PENCATAT WAKTU DAN WASIT KETIGA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;TUGAS DAN KEWAJIBAN&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Seorang pencatat waktu (Timekeeper) dan adanya wasit ketiga adalah penunjukan. Mereka duduk disisi luar pada pertengahan lapangan, disisi yang sama dengan daerah pergantian pemain. Seorang pencatat waktu dan wasit ketiga dilengkapi dengan jam/pencatat waktu yang sesuai (chronometer) serta peralatan yang diperlukan lainnya untuk mengakumulasi jumlah pelanggaran yang dilakukan, yang disediakan oleh asosiasi atau klub pemilik lapangan.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;PENCATAT WAKTU (The Time      Keeper)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Memastikan bahwa lama waktu disesuaikan dengan ketentuan Peraturan No.8 dengan:&lt;br /&gt;- Menjalankan jam penghitung/pencatat waktu (chronometer) setelah tendangan permulaan (kick-off).&lt;br /&gt;- Menghentikan jam (chronometer) ketika bola tidak dalam permainan.&lt;br /&gt;- Memulai kembali permainan setelah tendangan kedalam, gol (bola masuk gawang), tendangan sudut, tendangan bebas, tendangan dari titik pinalti atau titik pinalti kedua, waktu time-out atau wasit menjatuhkan bola.&lt;br /&gt;- Memeriksa waktu time-out (waktu sela) satu menit.&lt;br /&gt;- Memeriksa tepat dua menit sewaktu menghukum ketika pemain telah dikeluarkan (send off).&lt;br /&gt;- Menunjukkan akhir dari paruh pertama permainan dan akhir dari pertandingan, akhir dari perpanjangan waktu serta akhir dari time out dengan peluit atau bunyi sinyal lainnya berbeda dengan yang digunakan oleh wasit.&lt;br /&gt;- Mencatat seluruh time-out yang tersisa bagi masing-masing tim, memberitahukan wasit dan tim dengan benar serta memberikan ijin untuk time-out ketika diminta oleh pelatih kedua tim (Peraturan No.8)&lt;br /&gt;- Mencatat &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; kesalahan pertama yang dilakukan oleh masing-masing tim, yang dicatat oleh wasit dalam setiap babak dalam pertandingan dan memberi sinyal ketika kesalahan kelima sudah dilakukan oleh salah satu tim.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;WASIT KETIGA&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Wasit ketiga membantu mencatat waktu:&lt;br /&gt;- Mencatat &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; kesalahan pertama yang dilakukan oleh masing-masing pemain disetiap babak dicatat oleh para wasit dan memberi sinyal jika kesalahan kelima sudah dilakukan oleh salah satu tim.&lt;br /&gt;- Mencatat penghentian permainan dan alasan-alasannya.&lt;br /&gt;- Mencatat nomor pemain yang mencetak gol.&lt;br /&gt;- Mencatat nama-nama serta nomor pemain yang mendapat peringatan dan dikeluarkan.&lt;br /&gt;- Memberikan/menyediakan informasi yang relevan mengenai permainan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam kejadian campur tangan yang tidak pantas/diluar batas dilakukan oleh pencatat waktu atau wasit ketiga, maka wasit akan membebas tugaskan mereka, mengatur penggantinya serta melaporkan kepada pihak atau pejabat yang berwenang, seusai pertandingan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam hal cidera, wasit ketiga dapat mengganti wasit atau wasit kedua.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;KEPUTUSAN 1&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Untuk pertandingan Internasional, diwajibkan untuk menggunakan pencatat waktu dan wasit ketiga.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;KEPUTUSAN 2&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Untuk pertandingan Internasional, jam pencatat waktu (chronometer) yang digunakan harus disesuaikan dengan seluruh fungsi-fungsi yang diperlukan (pencatatan waktu yang tepat, alat untuk mencatat sewaktu menghukum dua menit bagi empat pemain secara serentak/simultaneous), serta memantau pengumpulan kesalahan oleh masing-masing tim selama setiap babak permainan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;PERATURAN 8&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;hr align="center" size="2" width="100%"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: orange;"&gt;LAMANYA PERTANDINGAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;PERIODE PERMAINAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;WAKTU UNTUK TIME-OUT      (waktu sela)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Setiap Tim berhak meminta waktu untuk Time-out selama satu menit disetiap babak, kondisi berikut dapat diberlakukan untuk [/li][/list]mendapatkan Time-out:&lt;br /&gt;- &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; pelatih tim diberikan wewenang meminta kepada pencatat waktu untuk time-out selama satu menit.&lt;br /&gt;- Time-out selama satu menit dapat diminta setiap saat, tetapi hanya diperkenankan jika Tim tersebut memegang bola (menguasai bola).&lt;br /&gt;- Pencatat waktu dapat memberikan ijin untuk time-out ketika bola tidak dalam permainan dengan menggunakan peluit atau bunyi sinyal lainnya berbeda dari yang digunakan oleh wasit.&lt;br /&gt;- Ketika time-out diberikan, para pemain harus tetap berada didalam lapangan. Jika selama masa time-out itu mereka ingin menerima instruksi dari ofisial tim, cara ini hanya dapat dilakukan hanya pada garis pembatas lapangan (garis samping) - yang sejajar dengan tempat duduk Tim dan pemain cadangan. Ofisial yang memberikan instruksi tidak boleh memasuki lapangan.&lt;br /&gt;- Tim yang tidak meminta time-out pada babak pertama, pada babak kedua tim tersebut hanya berhak mendapatkan satu kali time-out.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;JARAK WAKTU ISTIRAHAT&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Waktu istirahat antar babak tidak boleh lebih dari 15 menit.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;KEPUTUSAN DAN PENUGASAN&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;KEPUTUSAN 1&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Jika Pencatat waktu tidak ada, pelatih minta time-out kepada wasit.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;KEPUTUSAN 2&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Jika peraturan kompetisi menetapkan bahwa perpanjangan waktu dilaksanakan pada akhir dari waktu normal, maka tidak ada time-out selama perpanjangan waktu (extra time) tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;PERATURAN 9&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;hr align="center" size="2" width="100%"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: orange;"&gt;MEMULAI dan MEMULAI KEMBALI PERMAINAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;PENDAHULUAN&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Pemilihan tempat diputuskan melalui lemparan koin. Tim yang menang pada lemparan koin memutuskan gawang yang ingin diserang pada babak pertama pertandingan tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tim lainnya melakukan tendangan pada babak pertama untuk memulai pertandingan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tim yang memenangkan lemparan koin melakukan tendangan pertama untuk mulai pertandingan dibabak kedua.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pada babak kedua dari pertandingan, Tim-tim berpindah tempat (bench), dan menyerang gawang lawan.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;TENDANGAN Permulaan      (Kick-off)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Kick-off adalah cara untuk memulai permainan:&lt;br /&gt;- Pada permulaan babak pertama pertandingan.&lt;br /&gt;- Setelah gol tercetak/tercipta.&lt;br /&gt;- Pada permulaan babak kedua dari pertandingan.&lt;br /&gt;- Pada permulaan masing-masing periode perpanjangan waktu, jika dilakukan.&lt;br /&gt;- Gol dapat dicetak/tercipta langsung dari kick-off.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;PROSEDUR&lt;br /&gt;- Seluruh pemain berada dalam setengah lapangannya sendiri. Lawan dari tim yang melakukan kick-off paling kurang 3 m dari bola hingga bola sudah dalam permainan.&lt;br /&gt;- Bola ditempatkan dititik tengah lapangan.&lt;br /&gt;- Wasit memberikan isyarat untuk memulai kick-off.&lt;br /&gt;- Pada saat memulai pertandingan kick-off yang sah, apabila bola ditendang dan bergerak kearah depan.&lt;br /&gt;- Penendang tidak boleh menyentuh bola untuk kedua kalinya sampai bola tersebut telah menyentuh/disentuh pemain lainnya.&lt;br /&gt;Setelah salah satu tim mencetak gol, tendangan permulaan dilakukan oleh tim lainnya (tim lawannya)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;PELANGGARAN DAN SANGSI&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;- Jika penendang menyentuh bola untuk kedua kalinya sebelum tersentuh/disentuh oleh pemain lainnya, maka tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada Tim lawan, dilakukan dari tempat terjadinya pelanggaran.&lt;br /&gt;- Jika pelanggaran dilakukan oleh pemain didalam daerah pinalti lawan, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti dari tempat terdekat dimana terjadinya pelanggaran tersebut.&lt;br /&gt;- Untuk setiap pelanggaran prosedur kick-off, maka kick-off&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;MENJATUHKAN BOLA = BOLA      WASIT&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Menjatuhkan bola adalah cara untuk memulai kembali pertandingan setelah penghentian sementara, menjatuhkan bola merupakan cara untuk melanjutkan pertandingan yang dihentikan bukan karena bola mati. Atau permainan dihentikan bukan karena bola melewati garis samping atau garis gawang atau untuk alasan apapun yang tidak disebutkan dalam peraturan permainan.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;PROSEDUR&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Salah seorang Wasit menjatuhkan bola ditempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan, kecuali jika dia dalam daerah pinalti, dimana dalam hal ini ia menjatuhkan bola tersebut pada garis daerah pinalti, ditempat terdekat dimana bola berada ketika pertandingan dihentikan. Permainan dimulai kembali atau bola dalam permainan ketika bola sudah menyentuh lapangan.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;PELANGGARAN DAN SANGSI&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Bola dijatuhkan lagi/kembali..&lt;br /&gt;- Jika Bola disentuh oleh pemain sebelum bola tersebut menyentuh permukaan lapangan (tanah).&lt;br /&gt;- Jika bola meninggalkan lapangan setelah kontak dengan tanah, tanpa disentuh oleh pemain.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;KETENTUAN KHUSUS&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;- Tendangan bebas diberikan kepada tim bertahan didalam daerah pinalti sendiri, boleh dilaksanakan dari titik mana saja dalam daerah pinalti.&lt;br /&gt;- Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim penyerang di dalam daerah pinalti tim lawannya, harus dilakukan dari garis daerah pinalti pada titik terdekat dimana pelanggaran dilakukan/terjadi.&lt;br /&gt;- Dropped ball untuk memulai kembali permainan di dalam daerah pinalti, harus dilakukan di atas garis daerah pinalti pada titik terdekat dimana bola berada ketika permainan dihentikan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;PERATURAN 10&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;hr align="center" size="2" width="100%"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: orange;"&gt;BOLA DI DALAM DAN DI LUAR PERMAINAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;BOLA DILUAR PERMAINAN&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Bola diluar permainan, jika :&lt;br /&gt;- Bola secara keseluruhan melewati garis gawang, apakah menggelinding atau melayang.&lt;br /&gt;- Permainan telah dihentikan sementara oleh wasit.&lt;br /&gt;- Bola menyentuh langit-langit.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;BOLA DIDALAM PERMAINAN&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Bola dalam permainan setiap waktu termasuk ketika :&lt;br /&gt;- Bola memantul dari tiang gawang atau memantul palang gawang ke dalam lapangan.&lt;br /&gt;- Bola memantul/menyentuh wasit ketika mereka masih berada didalam lapangan.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;KEPUTUSAN&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Ketika pertandingan sedang dimainkan/berlangsung pada lapangan indoor dan secara tidak sengaja bola menyentuh langit-langit, Permainan akan dilanjutkan kembali dengan tendangan kedalam, diberikan kepada lawan dari tim yang terakhir menyentuh bola. Tendangan kedalam dilakukan dari sebuah titik pada garis terdekat dibawah langit-langit dimana bola menyentuhnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;PERATURAN 11&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;hr align="center" size="2" width="100%"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: orange;"&gt;CARA MENCETAK GOL&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;GOL MASUK GAWANG&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Kecuali ditentukan lain dari peraturan ini, dapat dikatakan gol ketika keseluruhan bagian dari bola melewati garis gawang antara kedua tiang gawang dan dibawah palang gawang, asalkan bola tersebut tidak dilemparkan, dibawa atau secara sengaja didorong oleh tangan seorang pemain dari tim penyerang, termasuk penjaga gawang.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;TIM PEMENANG&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Tim yang mencetak jumlah gol paling banyak selama pertandingan adalah pemenangnya. Jika kedua tim mencetak gol yang sama atau tidak tercetak/tercipta gol, maka pertandingan dinyatakan imbang atau seri.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;PERATURAN DAN      PERTANDINGAN&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Untuk suatu pertandingan yang berakhir seri, peraturan kompetisi boleh menyatakan ketentuan yang menyertakan perpanjangan waktu atau dilakukan tendangan dari titik pinalti untuk menentukan pemenangnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;PERATURAN 12&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;hr align="center" size="2" width="100%"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: orange;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KESALAHAN-KESALAHAN dan KELAKUKAN JAHAT&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;TENDANGAN BEBAS LANGSUNG&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Tendangan bebas langsung diberikan kepada tim lawan, jika seorang pemain melakukan salah satu dari enam bentuk pelanggaran dibawah ini, dengan pengamatan wasit dan itu merupakan tindakan yang kurang berhati-hati, kasar atau menggunakan tenaga yang berlebihan :&lt;br /&gt;- Menendang atau mencoba menendang lawan.&lt;br /&gt;- Mengganjal atau mencoba mengganjal lawan.&lt;br /&gt;- Menerjang lawan.&lt;br /&gt;- Mendorong lawan, meskipun dengan bahunya.&lt;br /&gt;- Memukul atau mencoba memukul lawan.&lt;br /&gt;- Mendorong lawan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tendangan bebas langsung juga dapat diberikan kepada tim lawan, jika seseorang pemain melakukan pelanggaran sebagai berikut :&lt;br /&gt;- Memegang lawan.&lt;br /&gt;- Meludah pada lawan.&lt;br /&gt;- Melakukan sliding tackle dalam rangka mencoba merebut bola ketika bola sedang dimainkan/dikuasai oleh lawan. Kecuali untuk penjaga gawang didaerah pinaltinya sendiri dan dengan syarat ia tidak bermain dengan hati-hati, kasar atau menggunakan kekuatan yang berlebihan.&lt;br /&gt;- Menyentuh lawan sebelumya, ketika berusaha menguasai bola.&lt;br /&gt;- Memegang bola secara sengaja, kecuali dilakukan oleh penjaga gawang didaerah pinaltinya sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tendangan bebas langsung dilakukan dari tempat dimana terjadinya pelanggaran.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Semua pelanggaran yang disebutkan diatas merupakan kumpulan pelanggaran yang diakumulasikan.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;TENDANGAN PINALTI&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Tendangan pinalti diberikan, jika seorang pemain telah melakukan pelanggaran didaerah pinaltinya sendiri, tidak peduli dimana posisi bola, tetapi asalkan bola dalam permainan atau bola hidup.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;TENDANGAN BEBAS TIDAK      LANGSUNG&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Tendangan bebas tidak langsung diberikan pada tim lawan, jika seorang penjaga gawang telah melakukan salah satu pelanggaran dibawah ini :&lt;br /&gt;- Setelah melepaskan bola dari tangannya, ia menerima kembali dari rekan tim (dengan kaki/tangan), sebelum melewati garis tengah atau sebelum dimainkan atau belum disentuh oleh pemain lawan.&lt;br /&gt;- Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya, dengan secara sengaja dikembalikan kepadanya oleh rekan tim (back pass).&lt;br /&gt;- Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya, setelah ia menerima bola langsung dari tendangan kedalam yang dilakukan oleh rekan tim.&lt;br /&gt;- Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya atau kaki, lebih dari empat detik.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tendangan bebas tidak langsung diberikan pada tim lawan, dilakukan ditempat terjadinya pelanggaran, jika menurut pendapat wasit seorang pemain:&lt;br /&gt;- Bermain dengan cara yang membahayakan.&lt;br /&gt;- Dengan cara sengaja menghalang-halangi gerakan pemain lawan tanpa ada bola padanya (yang dimaksud bola tidak dalam jarak permainan).&lt;br /&gt;- Mencegah penjaga gawang melepaskan bola dari tangannya.&lt;br /&gt;- Melakukan pelanggaran lainnya yang tidak disebutkan sebelumnya pada Peraturan No.12, yang mana permainan dihentikan untuk memberi peringatan atau mengeluarkan seorang pemain.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan, dari tempat dimana terjadinya pelanggaran. Kecuali, terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti ditempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;SANGSI DISIPLIN&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Kartu kuning dan kartu merah hanya dapat ditunjukkan kepada para pemain atau para (pemain) cadangan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; wasit memiliki kekuasaan untuk memutuskan sangsi disiplin kepada para pemain dari sejak ia masuk lapangan sampai meninggalkan lapangan setelah isyarat peluit akhir.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;PELANGGARAN YANG      DIPERINGATKAN&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Seorang pemain diperingatkan dan menunjukkan kartu kuning, jika ia melakukan pelanggaran-pelanggaran sebagai berikut :&lt;br /&gt;- Bersalah karena melakukan tindakan yang tidak sportif.&lt;br /&gt;- Memperlihatkan perbedaan pendapatnya dengan melontarkan perkataan atau aksi yang tidak baik.&lt;br /&gt;- Tetap melanggar Peraturan Permainan.&lt;br /&gt;- Memperlambat atau mengulur-ulur waktu pada saat memulai kembali permainan.&lt;br /&gt;- Tidak mengikuti perintah untuk menjaga jarak yang ditentukan ketika dilakukan tendangan sudut, tendangan kedalam, tendangan bebas atau tendangan gawang.&lt;br /&gt;- Masuk atau kembali ke lapangan tanpa ijin wasit atau melanggar prosedur pergantian pemain.&lt;br /&gt;- Secara sengaja meninggalkan lapangan tanpa ijin dari wasit.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Untuk setiap pelanggaran, dan kepada lawan akan diberikan tendangan bebas tidak langsung, dilakukan ditempat dimana terjadinya pelanggaran tersebut. Jika pelanggaran ini terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana terjadinya pelanggaran tersebut dan selain itu kepada pemain itu diberikan peringatan dengan menunjukkan kartu kuning.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;PELANGGARAN YANG DAPAT      MENYEBABKAN PEMAIN DIKELUARKAN&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Seorang pemain atau pemain cadangan dikeluarkan dengan menunjukkan kartu merah, jika ia melakukan salah satu pelanggaran sebagai berikut :&lt;br /&gt;- Pemain bermain sangat kasar.&lt;br /&gt;- Pemain melakukan tindakan kasar.&lt;br /&gt;- Meludah pada lawan atau orang lain.&lt;br /&gt;- Menghalangi lawan untuk mencetak gol atau kesempatan mencetak gol dengan sengaja memegang bola dengan cara yang tidak diperkenankan dalam peraturan (hal ini tidak berlaku kepada penjaga gawang didalam daerah pinaltinya sendiri).&lt;br /&gt;- Mengagalkan pemain lawan yang berkesempatan menciptakan gol dengan bergerak maju kedepan menuju ke arah gawang pemain tersebut. Dengan melakukan tindakan pelanggaran yang dapat dikenai hukuman melalui tendangan bebas atau tendangan pinalti.&lt;br /&gt;- Mengeluarkan kata-kata yang sifatnya menghina atau kata-kata caci-maki.&lt;br /&gt;- Menerima peringatan (Kartu Kuning) kedua didalam pertandingan yang sama.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;KEPUTUSAN DAN PENEGASAN&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Jika permainan dihentikan untuk sementara karena pemain melakukan pelanggaran No.6 atau No.7, tanpa melakukan pelanggaran peraturan lainnya, maka permainan dimulai kembali dengan tendangan bebas tidak langsung yang diberikan kepada tim lawan dan dilakukan ditempat dimana pelanggaran awal terjadi. Jika pelanggaran ini terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terakhir terjadi.&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;KEPUTUSAN - KEPUTUSAN&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;1. Seorang pemain yang dikeluarkan oleh wasit (send off) tidak dapat ikut kembali kepermainan yang sedang berjalan, maupun duduk dibangku pemain cadangan dan harus meninggalkan sekitar lapangan. Pemain cadangan dapat masuk ke lapangan dua menit setelah rekan timnya dikeluarkan, kecuali tercipta gol oleh lawannya sebelum masa dua menitnya berakhir, dan pemain secara sah telah diijinkan oleh pencatat waktu. Dalam hal ini ditetapkan aturan sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Jika dalam permainan terdapat 5 pemain melawan 4 pemain dan tim dengan jumlah pemain yang lebih besar mencetak gol, maka tim yang hanya dengan 4 pemain dapat memasukkan pemain kelimanya.&lt;br /&gt;- Jika kedua tim bermain dengan 4 pemain dan terjadi gol, maka kedua tim tetap bermain dengan jumlah yang sama.&lt;br /&gt;- Jika dalam pertandingan dimana terdapat 5 pemain bermain melawan 3 pemain, atau 4 pemain melawan 3 pemain dan tim dengan jumlah pemain yang lebih besar mencetak gol, maka tim dengan 3 orang pemain dapat menambah hanya satu orang pemain lagi.&lt;br /&gt;- Jika kedua tim bermain dengan 3 pemain dan terjadi gol, maka kedua tim tetap dengan jumlah pemain yang sama.&lt;br /&gt;- Jika tim yang mencetak gol adalah salah satu dari tim dengan pemain yang lebih sedikit, maka permainan diteruskan tanpa menambah jumlah pemain.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Tergantung pada peraturan 12.&lt;br /&gt;Pemain boleh sodorkan/operkan bola ke penjaga sendiri dengan kepala (sundulan pada bola dengan kepala), dengan dada atau lutut dan cara lain, asalkan bola telah melewati garis tengah (lapangan) atau telah menyentuh/disentuh atau dimainkan oleh pemain lawan.&lt;br /&gt;Tetapi, jika menurut pendapat wasit, pemain sengaja melakukan tipuan ketika bola dalam permainan menghindari peraturan ini, pemain itu bersalah, berkelakuan tidak sportif. Pemain diberikan peringatan dan menunjukkan kartu kuning, dan tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan dilaksanakan dari tempat di mana pelanggaran terjadi dalam kondisi seperti itu, tidak ada hubungannya apakah penjaga gawang kemudian menyentuh bola dengan tangannya atau tidak.&lt;br /&gt;Pelanggaran yang dilakukan pemain dalam usaha untuk menghindar dari ketentuan dan makna dari peraturan 12.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3. Menyerang yang dapat membahayakan keselamatan lawannya, harus diberikan sangsi sebagai pemain sangat kasar (must be sanctioned as serious foul play).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4. Tiap tindakan pura-pura di dalam lapangan adalah berniat menipu wasit, harus diberikan sangsi sebagai kelakuan tidak sportif (must be sanctioned as unsporting behaviour).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;5. Pemain yang melepaskan baju kaos/shirt ketika merayakan suatu gol, harus diberikan peringatan untuk kelakuan tidak sportif (must be caution for unsporting behaviour).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;———————————————————————-&lt;br /&gt;*&lt;i&gt;nb: diambil dari forum interclub &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;a href="http://www.interclub.or.id/smf/index.php?topic=2269.new;boardseen#new" target="_blank" title="Inter Club Indonesia"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Highlight LET&amp;quot;;"&gt;TUNAS SAKTI&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;FUTSAL CLUB&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Brush Script MT&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                &lt;/span&gt;Mijen Semarang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4225166407997671661-7266935138735163986?l=tunassakti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tunassakti.blogspot.com/feeds/7266935138735163986/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4225166407997671661&amp;postID=7266935138735163986' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4225166407997671661/posts/default/7266935138735163986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4225166407997671661/posts/default/7266935138735163986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tunassakti.blogspot.com/2008/11/peraturan-futsal-fifa-written-on.html' title=''/><author><name>Tunas Sakti FC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12676823015932773076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
